Gresik (beritajatim.com) – Gresik Cipta Sejahtera (GCS), anak usaha dari Petrokimia Gresik (PG), terus mendorong pertumbuhan bisnis melalui langkah inovatif berbasis teknologi.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional, GCS kini mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pergudangan dan transporter pengiriman bahan kimia.
“Kami menerapkan IoT dan AI yang kami terapkan di sistem pergudangan yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Termasuk diantaranya transporter bahan kimia,” ujar Dirut PT GCS, Awang D. Bachtiar di sela-sela Konvensi KIPG XXXIX, Rabu (18/6/2025).
Penggunaan IoT dan AI dinilai sebagai langkah tak terhindarkan dalam pengembangan perusahaan. Menurut Awang, cara kerja konvensional yang selama ini digunakan mengakibatkan tingginya biaya operasional. Kini, dengan integrasi teknologi, pengawasan gudang maupun proses pengiriman bisa dilakukan secara real-time tanpa harus hadir langsung di lokasi.
“Dulu sebelum ada teknologi tersebut, kami harus keliling ke gudang satu persatu dan cost-nya cukup tinggi. Sekarang tinggal dikontrol dari sini secara update. Termasuk diantaranya saat pengiriman bahan kimia,” tuturnya.
Direktur Komersial GCS, Moh Armi Kurnia, turut menggarisbawahi manfaat signifikan dari implementasi teknologi ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan kini bisa mengelola distribusi dengan lebih presisi dan efisien, karena setiap proses terpantau secara digital.
“IoT dan AI yang kami terapkan sangat membantu karena bisa mengetahui berapa jumlah tonase pupuk sebelum didistribusikan, dan kapan diisi lagi,” urainya.
Penerapan IoT dan AI tidak hanya terbatas pada pengelolaan gudang, tetapi juga diterapkan secara menyeluruh pada proses pengiriman. Truk pengangkut bahan kimia kini menjalani inspeksi digital sebelum keberangkatan. Hal ini termasuk pemantauan sistem rem, kondisi kendaraan, hingga asesmen pengemudi.
“Dulunya kami menggunakan cara manual. Sekarang bisa melacak keberadaan truk termasuk penggunaan konsumsi bahan bakar. Serta pengemudinya wajib di-assement plus kendaraannya. Mulai dari rem hingga kondisinya,” jelas Armi.
Dengan transformasi digital ini, GCS berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar kepada induk perusahaan. Sinergi antara PG dan GCS dianggap sangat penting dalam menjaga keselarasan peta jalan bisnis ke depan.
“Antara induk dan anak perusahaan juga diperlukan sinergi bisnis yang solid untuk menyelaraskan roadmap bisnis perusahaan,” imbuhnya. [dny/suf]






