Surabaya (beritajatim.com) – Harga emas kembali membuat kejutan bagi para investor dan pelaku pasar. Pada Rabu, 4 Juni 2025, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami penurunan tajam sebesar Rp16.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya. Informasi ini diperoleh berdasarkan data resmi yang dirilis oleh situs Logam Mulia.
Harga emas Antam untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp1.928.810. Penurunan ini cukup signifikan mengingat pergerakan harga emas yang selama beberapa waktu terakhir cenderung stabil. Tak hanya ukuran 1 gram, hampir seluruh ukuran emas batangan Antam juga mencatat koreksi harga.
Berikut daftar lengkap harga emas Antam per 4 Juni 2025:
0,5 gram: Rp1.014.530
1 gram: Rp1.928.810
2 gram: Rp3.797.470
3 gram: Rp5.671.143
5 gram: Rp9.418.488
10 gram: Rp18.781.838
25 gram: Rp46.828.780
50 gram: Rp93.578.363
100 gram: Rp187.078.530
250 gram: Rp467.430.663
500 gram: Rp934.650.800
1000 gram: Rp1.869.261.500
Sementara itu, harga emas di Pegadaian juga menunjukkan tren serupa. Meskipun angkanya sedikit berbeda dengan harga emas Antam di situs Logam Mulia, tren penurunan tetap terlihat. Berikut data harga emas di Pegadaian:
0,5 gram: Rp1.049.000
1 gram: Rp1.995.000
2 gram: Rp3.927.000
25 gram: Rp483.433.000
50 gram: Rp96.782.000
100 gram: Rp193.482.000
250 gram: Rp483.433.000
500 gram: Rp966.649.000
1000 gram: Rp1.933.257.000
Analis pasar menyebutkan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, seperti penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, menurunnya permintaan emas di pasar global turut memberi tekanan terhadap harga logam mulia ini.
Masyarakat yang berencana untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang disarankan untuk selalu memperhatikan fluktuasi harga serta mempertimbangkan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian. Mengingat harga emas sangat sensitif terhadap situasi ekonomi global, memahami tren pasar menjadi kunci penting bagi para investor.
Dengan kondisi harga yang sedang menurun, sebagian pengamat menilai ini bisa menjadi peluang emas bagi mereka yang ingin mulai berinvestasi di instrumen logam mulia. [sav/ian]






