Blitar (beritajatim.com) – Sejak beberapa tahun terakhir kios di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Kabupaten Blitar kosong. Dari 54 kios yang ada di RTH Kanigoro mayoritas kondisinya saat ini masih kosong.
Para pedagang seolah enggan untuk berjualan di RTH Kanigoro, Blitar karena sepinya pengunjung. Padahal menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, fasilitas yang ada di RTH Kanigoro terbilang lengkap.
“Sudah ada yang menawar untuk menyewa atau menempati tapi ketika lihat kondisi RTH yang memang dikonsep untuk orang duduk bukan untuk belanja ya agak gimana gitu,” ucap Kepala DLH Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, Selasa (22/4/2025).
RTH Kanigoro sendiri resmi dibuka pada tahun 2020 lalu. Tempat ini memang dikonsep sebagai kawasan terbuka hijau yang bisa digunakan masyarakat untuk bersantai.
Fasilitas RTH sendiri sebenarnya terbilang lengkap selain menawarkan keteduhan pepohonan disana juga sudah dilengkapi akses internet gratis serta toilet juga mushalla. Namun nampaknya fasilitas itu masih kurang untuk menarik masyarakat datang ke RTH.
Dampaknya tentu omzet pedagang yang ada di RTH Kanigoro tak bisa meningkat. Lebih parahnya penurunan omzet itu membuat pedagang satu persatu mulai meninggalkan RTH Kanigoro.
“Ya coba nanti kita tawarkan lagi, tapi jangan menyalahkan DLH ya, karena DLH hanya menyediakan tempatnya dan bukan bertugas mengadakan event,” tegasnya.
DLH Kabupaten Blitar pun akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghidupkan kembali RTH Kanigoro. Diharapkan dengan begitu diharapkan RTH Kanigoro Kabupaten Blitar bisa kembali diminati warga.
Tentu harapannya dengan RTH yang ramai pedagang tertarik untuk berjualan di 54 kios yang ada. Sehingga dengan begitu ekonomi di RTH Kanigoro bisa bergerak.
“Kami pasti berusaha untuk menghidupkan kembali,” tandasnya. [owi/beq]







2 Komentar
Tempatnya enak lho… Kami sering olahraga dan senam bersama istri di situ. Saya mendukung bila RTH di hidupkan dan banyak fasilitas lainnya yang dihidupkan…
Tetap semangat DLH untuk menindaklanjuti meramaikan RTH..
Jika pengen ramai, hrs bs crowd massa. Bikin event yg bs datangkan massa lewat kolaborasi lintas OPD. Bikin lomba mewarna utk Paud atau SD misalnya. Kerjasama dg dinas pendidikan atau IGTKI. Bikin event lomba senam atau olahraga lewat kerjasama dg Dispora.