Blitar (beritajatim.com) – Para petani durian asal Kabupaten Blitar berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya berkat promosi yang dilakukan oleh Khofifah, buah durian asal Blitar kian dikenal luas.
Presiden Ekoeduwisata Republik Durian, Anna Lutfhie mengungkapkan dampak signifikan promosi durian yang dilakukan Khofifah. Menurutnya usai buah durian Musangking dan Blackthorn premiumnya dipromosikan oleh Khofifah, kini pasar durian untuk petani di Blitar kian terbuka.
“Saya ini berterima kasih ke bu Gubernur, bukan karena apa tapi dengan promosi yang dilakukan bu Gubernur itu kemudian kita jadi kenal dengan para pihak, kita jadi kenal dengan kelompok tani, kenal dengan jaringan pasar,” ucap Anna Luthfie, Rabu (16/4/2025).
Khofifah sendiri memang pencinta buah durian. Gubernur Jawa Timur 2 periode tersebut juga sering kali mempromosikan buah durian dari berbagai daerah di Jawa Timur mulai dari Blitar hingga Banyuwangi.
Meski terlihat sepele namun dampak yang ditimbulkan dari promosi durian tersebut sangat besar. Para petani di Blitar misalnya, mereka bisa mendapatkan jaringan pasar lebih luas.
Sehingga harga jual buah durian bisa meningkat. Dampaknya tentu pada pendapatan petani yang naik drastis jika dibandingkan dulu.
“Di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, itu ada petani yang menanam durian, selama ini buah duriannya dibeli oleh para tengkulak, harganya pun cuma harga lokal. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan dari petani serta kurangnya jaringan pasar. Kini setelah apa yang dilakukan oleh Bu Gubernur, kita jadi paham bahwa durian yang selama ini dijual dengan harga lokal itu adalah blackstone dan musangking, kini duriannya bisa jual dengan harga lebih mahal lagi,” ceritanya.
Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur tersebut sebenarnya menyimpan makna yang cukup mendalam. Pasalnya promosi durian juga mendorong tumbuhnya industri agriculture yang menyimpang potensi pendapatan untuk petani.
“Jadi saya ingin menyampaikan ke Bu Gubernur bahwa identitas Jawa Timur adalah agrikultur yang di dalamnya ada perkebunan dan yang ditunjukkan itu adalah produk unggul yang dijual untuk pasar lokal, regional, nasional serta global,” tegasnya.
Agrikultur sebenarnya sebagai jalan untuk upaya pengentasan kemiskinan. Dimana agriculture menyimpan potensi ekonomi yang lebih untuk petani sekaligus anak muda yang ingin terjun ke dunia pertanian dan perkebunan. [owi/beq]






