Pamekasan (beritajatim.com) – Legislator Pamekasan, Tabri S Munir menilai banyak petani di wilayah setempat yang belum mengetahui seputar Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok alias E-RDKK seputar kebutuhan pupuk subsidi.
“Ada banyak petani yang tidak tergabung dalam Kelompok Tani, sehingga hal itu perlu mendapatkan advokasi. Artinya jangan sampai ada like and dislike dalam mengakomodir petani,” kata Tabri S Munir, Minggu (9/3/2025).
Bahkan pihaknya menemukan kelompok tani yang tidak mengakomodir petani dengan beragam alasan. “Kami temukan dengan motivasi yang beragam, mulai dari imbas politik desa, kelalaian pengurus yang abai dalam manajemen Poktan hingga ada petani enggan bergabung,” ungkapnya.
“Maka dari itu kami meminta agar para penyuluh pertanian, betul-betul mengakomodir dalam melakukan pendataan E-RDKK kebutuhan pupuk subsidi sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan,” sambung politisi muda Partai Demokrat Pamekasan.
Terlebih kesempatan verifikasi masih relatif kemungkinan untuk mengakomodir para petani hingga 18 Maret 2025 mendatang. “Tentu kami akan terus memantau realisasi ini secara seksama, termasuk apakah sebanding dengan hasil sensus pertanian yang telah dilakukan BPS (Badan Statistik Nasional) atau tidak,” jelasnya.
“Sejauh ini kami menemukan bahwa masih banyak petani yang belum mengetahui informasi tentang verifikasi RDKK, sehingga penyuluh maupun DKPP harus bekerja keras. Karena jika ada yang diabaikan, para petani akan mengalami masalah dalam menerima hak pupuk subsidi,” tegasnya.
Terlebih jika mengacu pada kios pupuk berdasar geografis, kios pupuk Palengaan tidak bisa melayani Pagantenan. “Maka dari itu, kami meminta agar hak petani singkong, cabe dan bawang merah untuk dapat mengakses pupuk bersubsidi, juga akan kawal dengan sebaik mungkin,” pungkasnya. [pin/but]






