Surabaya (beritajatim.com) – Jelang Lebaran, biasanya banyak orang berburu perhiasan emas. Namun, maraknya peredaran emas palsu membuat pembeli harus lebih waspada. Mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu sangat penting agar tidak tertipu. Berikut beberapa cara sederhana untuk memastikan keaslian emas yang Anda beli.
1. Periksa Logo dan Kadar Emas
Emas asli biasanya memiliki tanda perusahaan pembuat dan kadar emas yang terukir di bagian tertentu, seperti dekat pengait pada perhiasan. Tanda ini bisa berupa angka seperti “750” (75% emas murni) atau “999” (99,9% emas murni). Sebaliknya, emas palsu umumnya tidak memiliki tanda kadar emas, meskipun beberapa tetap mencantumkan logo perusahaan pembuatnya.
2. Uji dengan Magnet
Cara lain yang mudah dilakukan adalah dengan menggunakan magnet. Emas asli tidak memiliki sifat magnetis, sehingga tidak akan menempel pada magnet. Jika emas yang Anda uji menempel pada magnet, kemungkinan besar itu adalah emas palsu atau campuran dengan logam lain yang memiliki sifat magnetis.
3. Gunakan Cairan Asam Nitrat
Uji kimia dengan asam nitrat juga bisa dilakukan untuk membedakan emas asli dan palsu. Saat diteteskan cairan asam nitrat, emas asli tidak akan bereaksi. Sebaliknya, emas palsu akan mengalami perubahan warna, misalnya menjadi hijau, coklat, atau kehitaman. Namun, tes ini harus dilakukan dengan hati-hati karena melibatkan zat kimia berbahaya.
4. Goreskan pada Keramik Tanpa Glasir
Metode sederhana lainnya adalah dengan menggoreskan emas pada keramik tanpa glasir. Emas asli akan meninggalkan bekas goresan berwarna emas, sedangkan emas palsu akan meninggalkan bekas hitam atau abu-abu.
5. Periksa dengan Sertifikat Resmi
Ketika membeli emas, pastikan Anda mendapatkan sertifikat resmi dari toko emas terpercaya. Sertifikat ini mencantumkan kadar emas, berat, dan informasi lainnya yang menjamin keasliannya. Jika emas tidak disertai sertifikat, ada kemungkinan itu bukan emas asli.
6. Cek dengan Timbangan Digital
Emas asli memiliki kepadatan yang khas. Dengan menggunakan timbangan digital, Anda bisa membandingkan berat emas dengan volume atau ukurannya. Jika beratnya terasa lebih ringan dari yang seharusnya, bisa jadi itu adalah emas palsu atau campuran logam lain.
Membedakan emas asli dan palsu bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari pemeriksaan tanda kadar emas, uji magnet, hingga tes kimia dengan asam nitrat.
Untuk memastikan keamanan, belilah emas di toko terpercaya yang memberikan sertifikat resmi. Dengan mengetahui cara ini, Anda bisa lebih cermat dalam berinvestasi emas dan terhindar dari penipuan. (fyi/suf)






