Jombang (beritajatim.com) – Hujan beberapa jam yang mengguyur Kabupaten Jombang pada Kamis (5/12/2024) sore hingga malam membuat 65 rumah di Perumahan Denanyar Asri kebanjiran. Ketinggian air di jalan antara 80 hingga 90 sentimeter.
Banjir dipicu karena lokasi perumahan tersebut lebih rendah dari Kawasan lainnya. Sehingga air di jalan besar masuk ke perumahan tersebut. Sudah begitu, selokan pembuangan air di perumahan ini juga tak sanggup menampung tingginya debit air.
Meski demikian, warga tetap bertahan. Pasalnya, mereka sudah hafal karakter banjir yang menerjang daerahnya. Air bah cepat dating, tapi juga cepat pergi. “Setiap musim hujan ya seperti ini. Kami selalu kebanjiran,” kata Ketua RT 11 Desa Denanyar Ayub Taufiqurrahman, Kamis (6/12/2024) malam.
Ayub menjelaskan, di Perumahan Denanyar Asri terdapat 65 hunian. Kawasan tersebut berdekatan dengan jalan nasional, yakni Jl Nurcholish Madjid. Nah, sejak banyak pembangunan Gedung, Kawasan hunian miliknya selalu banjir ketika musim penghujan.
“Untuk musim hujan Desember ini baru pertama. Namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dalam musim hujan kita diterjang empat hingga lima kali banjir. Kami sudah beberapa kali melaporkan kondisi itu ke semua pihak. Namun, tidak pernah ada solusi,” kata Ayub.
Warga akhirnya mengambil Langkah pribadi. Yakni meninggikan rumah yang mereka huni. Selain itu juga memasang tembok kecil untuk mengalangi air masuk ke rumah. “Kalau di dalam rumah ketinggian air antara 40 hingga 50 sentimeter,” lanjutnya.

Hal serupa disampaikan oleh Saiful (40), warga lainnya. Bagi Saiful musim hujan selalu menebar ancaman bagi warga Denanyar Asri. Betapa tidak, air bah selalu menggenangi rumah warga. Jika sudah demikian, maka warga tidak bisa beraktifitas.
“Banjir diawali dengan hujan deras sejak pukul 14.30 WIB hingga 19.30 WIB. Saluran air tak bisa menampung derasnya air hujan. Ya, akibatnya banjir setiap hujan deras,” ujar pria yang menghuni Perumahan Denanyar Asri sejak 1997 ini. [suf]






