Pasuruan (beritajatim.com) – Kabar baik datang dari Kabupaten Pasuruan. Pendapatan daerah di tahun 2025 diproyeksikan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Nurkholis, saat menyampaikan nota pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2025.
Kenaikan pendapatan daerah ini didorong oleh peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer dari pemerintah pusat. PAD Kabupaten Pasuruan diproyeksikan mencapai Rp920.343.454.243, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp2.826.735.776.513.
Sebagian besar anggaran atau sekitar Rp3.026.869.625.269 dialokasikan untuk belanja operasional. Alokasi anggaran ini mencakup kebutuhan gaji dan tunjangan pegawai, termasuk gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR).
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru diangkat.
Meskipun pendapatan daerah mengalami peningkatan, namun pemerintah daerah juga harus menghadapi tantangan defisit anggaran sebesar Rp196.743.235.917. Defisit ini akan ditutup dengan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp200 miliar.
Pj Bupati Nurkholis meminta kerja sama dari DPRD Kabupaten Pasuruan dalam pembahasan RAPBD 2025. Ia berharap agar anggaran yang disusun dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, menyambut baik rencana peningkatan pendapatan daerah ini. Ia menegaskan bahwa DPRD akan membahas RAPBD secara detail untuk memastikan alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembahasan selanjutnya akan lebih detail mengurai kesesuaian alokasi anggaran dengan arah kebijakan pemerintah daerah 2025,” katanya. [ada/aje]






