Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan DPRD Jatim menyelenggarakan Festival Kopi Jawa Timur di Alun-alun Surabaya, Rabu (16/10/2023) malam.
Festival kopi ini diselenggarakan bertujuan untuk mempromosikan desa wisata-desa wisata penghasil kopi yang ada di seluruh pelosok Jawa Timur.
“Jawa Timur memiliki kekayaan tanaman kopi, di setiap lereng gunungnya. Di antaranya kopi di lereng Gunung Lawu, kopi di lereng Gunung Ijen, kopi di lereng Gunung Semeru, kopi di lereng Gunung Arjuna, kopi di lereng Gunung Raung, kopi di daerah Dampit Malang, kopi di daerah Trawas Mojokerto, dan berbagai daerah penghasil kopi yang lain termasuk Bondowoso, yang dikenal sebagai Republik kopi,” kata Kadisbudpar Jatim, Evy Afianasari di lokasi acara.
“Begitu juga daerah-daerah lain seperti Pasuruan, Jember, Lumajang, Blitar yang juga memiliki lahan untuk tumbuhnya tanaman kopi,” lanjut Evy.
Festival kopi ini dimeriahkan oleh 50 pengusaha kopi yang ada di Jawa Timur, dan sebagian besar di antaranya adalah desa wisata yang menghasilkan kopi. Festival kopi diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 16-17 Oktober 2024 di amulai pukul 15.00-19.00 WIB. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi ke-79 Provinsi Jawa Timur.
Pada penyelenggaraan festival kopi ini akan dibagikan 1.000 cangkir kopi gratis kepada masyarakat umum, sebagai wujud syukur bahwa kopi menjadi salah satu bentuk promosi pariwisata Jawa Timur ke kancah dunia.
“Melalui kopi, kita kenalkan potensi Jawa Timur ke masyarakat luas. Selain minum 1.000 cangkir kopi serentak, juga akan dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan, di antaranya nonton bersama Film Tepati Janji karya sutradara Garin Nugroho. Film ini bercerita mengenai edukasi Pilkada di mana masyarakat diajak untuk memberikan hak suaranya pada saat Pilkada digelar,” jelasnya.
Selain nonton film bersama, lanjut dia, juga akan disajikan penampilan band musik dari artis Jawa Timur serta di hari kedua akan dilaksanakan lomba latte art yang juga terbuka untuk umum.
Lomba Latte Art ini akan dipentaskan dan akan dinilai dari tiga orang Juri. Di antaranya Chef Anthony dari OTTIMO, Chef Bayu dan Chef Kristian Wijayanto yang juga seorang Barista. Acara ini terbuka bagi masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan gratis. (tok/ian)






