Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menggelar audiensi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk memperkuat sinergi kelembagaan dalam pelayanan kepemiluan. Pertemuan tersebut membahas penguatan pendidikan pemilih, peningkatan partisipasi masyarakat, pemutakhiran data pemilih secara berkelanjutan, hingga keterbukaan informasi publik.
“Audiensi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Ketua KPU Kota Surabaya Soeprayitno di Balai Kota Surabaya, Rabu (15/7/2026).
Selain itu, audiensi sekaligus silaturahmi ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antarlembaga dalam mendukung penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. KPU Surabaya mendorong proses kepemiluan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga pelayanan kepemiluan semakin optimal,” kata Soeprayitno.
Pertemuan tersebut juga membahas upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas demokrasi di Kota Surabaya. Menurut Soeprayitno, kerja sama dengan pemerintah daerah dibutuhkan untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih sekaligus memastikan pelayanan kepemiluan semakin mudah diakses masyarakat.
“Partisipasi masyarakat harus semakin meningkat dan kualitas demokrasi di Kota Surabaya semakin baik,” ujar dia.
Audiensi dihadiri Anggota KPU Surabaya Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi Naafilah Astri Swarist, Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan Jatayu Kresna Tama, serta Anggota Divisi Teknis Penyelenggaraan Bakron Hadi. Sekretaris KPU Kota Surabaya Nurita Paramita juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain membahas pelayanan kepemiluan, KPU Surabaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot terhadap fasilitas kantor penyelenggara pemilu. Dia menilai renovasi gedung secara berkala membantu KPU menyediakan ruang pelayanan yang lebih nyaman dan representatif bagi masyarakat.
“Kantor KPU Kota Surabaya bukan hanya sebatas gedung perkantoran, tetapi merupakan simbol keberlangsungan demokrasi di Kota Pahlawan,” kata Soeprayitno.
Soeprayitno mengatakan dukungan terhadap sarana dan prasarana memiliki kaitan dengan kualitas pelayanan publik yang diberikan KPU. Dia berharap dengan fasilitas yang memadai dapat mendukung kerja penyelenggara sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kepemiluan.
“Renovasi ini memberikan manfaat yang besar bagi KPU Kota Surabaya dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, nyaman, dan representatif bagi masyarakat,” kata dia.
KPU Surabaya juga berharap koordinasi dengan Pemkot tidak berhenti pada dukungan fasilitas, tetapi terus berkembang dalam berbagai program pelayanan demokrasi. Dia ingin sinergi antar lembaga dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di Surabaya.
“Ke depan, kami ingin kolaborasi ini semakin konkret, terutama dalam pendidikan pemilih, pemutakhiran data pemilih, dan keterbukaan informasi. Demokrasi yang berkualitas membutuhkan penyelenggara yang profesional, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat,” pungkas Soeprayitno. [asg/ian]






