Mojokerto (beritajatim.com) – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi manajemen industri padat karya Mitra Produksi Sigaret (MPS) PT Ittihad Rahmad Utama di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang bertahan di daerah Ring I Jawa Timur.
Lantaran daerah Ring I Jawa Timur yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tertinggi di Jawa Timur. Hal tersebut disampaikan Khofifah saat bertemu dengan manajemen dan karyawan MPS PT Ittihad Rahmad Utama.
Paguyuban MPS Indonesia, Sriyadi Purnomo mengatakan, Khofifah Indar Parawansa merupakan salah satu Calon Gubernur Jawa Timur yang full senyum dan tidak pernah marah. “Dia sangat santun kepada masyarakat paling bawah sampai paling tinggi. Tidak pernah membedakan siapapun itu,” ungkapnya, Sabtu (5/10/2024).
Masih kata Sriyadi, pihaknya mengaku sangat salud kepada sosok mantan Gubenur Jawa Timur 2018-2023 tersebut. Khofifah dinilai sebagai sosok yang baik dan tidak pernah menunjukkan kemarahan kepada siapapun. Pihaknya berharap mantan Menteri Sosial RI ini kembali menjadi Gubernur Jawa Timur dan bisa memperhatikan Sigaret Kretek Tangan (SKT).
“Dengan Bu Khofifah nanti terpilih kembali sebagai Gubernur, dua periode ini bisa memperhatikan SKT, industri padat karya, industri padat karya. Dimana SKT ini menyerap tenaga kerja banyak dan harus dilindungi dan dilestarikan untuk selamanya. Dengan kepedulian beliau ketika beliau menjadi Gubernur, beliau sangat intens membela pabrik terutama industri padat karya,” katanya.
Sriyadi menambahkan, Khofifah dinilai selalu memberikan masukan kepada Presiden RI agar cukai SKT tidak mengalami kenaikan, bagaimana perlindungan terhadap tenaga kerja wanita. Harapan yang sama disampaikan Direktur PT Ittihad Rahmad Utama, Bambang Wijanarko terkait pasangan calon (paslon) Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Masih kata anggota DPRD Kabupaten Mojokerto 2024-2029 terpilih ini, tahun 2015 hancur lebur. Mulai tahun 2013 sampai 2015, lanjut politisi Partai Golkar ini, UMK Mojokerto naik dratis. Sehingga sebanyak 1.026 karyawan MPS PT Ittihad Rahmad Utama dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari total 2.200 karyawan pada saat itu.
“Sekarang sisanya 1.191 karyawan. Mudah-mudahan dengan ekonomi yang masih belum tahu arahnya ini, mudah-mudah industri padat karya bisa terlindung apalagi kalau Ibu Khofifah insya Allah jadi bisa melindungi industri padat karya ini. Dan kami seluruha manajemen dan karyawan mendoakan Ibu Khofifah agar lancar dan jadi kembali di Pilgub nanti,” harapnya.
Sementara itu, menurut Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa industri padat karya di daerah Ring I Jawa Timur tidak mudah. “Bagi yang mengetahui bagaimana Ring I dengan UMK yang paling tinggi di Jawa Timur, di dalamnya termasuk Kabupaten Mojokerto. Di dalamnya termasuk MPS, di sini SKT. Padat karya daerah Ring I,” ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak mudah. Fighting spirit (semangat juang) dari manajemen padat karya Ring I dinilai cukup luar bisa. Oleh karena survivabilitas dari MPS PT Ittihad Rahmad Utama harus mendapatkan apresiasi dan 90 persen karyawannya adalah perempuan yang merupakan tulang punggung ekonomi keluarga.
“Bisa dilihat bagaimana kecepatan kerja mereka dan kembali padat karya perempuan di Ring I. Ring I ini lebih banyak yang padat modal karena memang UMK nya paling tinggi diantara daerah-daerah di Jawa Timur. Oleh karena itu survivabilitas nya di bagian yang penuh fighting spirit. Apresiasi kita untuk tim manajemen yang tetap bisa memberikan UMK sesuai standar Ring I pada posisi padat karya seperti SKT MPS PT Ittihad Rahmad Utama ini,” tegasnya. [tin/beq]







