Surabaya (beritajatim.com) – Brand kecantikan lokal, BGSKIN mengajak para perajin dan pedagang batik di Jetis Kampung Batik Sidoarjo berkolaborasi untuk memproduksi kain batik.
Marketing Manager BGSKIN Dewi Ratnaningtyas mengatakan, kolaborasi ini bagian dari program BGSKIN Support Batik Indonesia. Tujuannya, untuk menghidupkan kembali semangat pengrajin untuk berkarya.
“Senang berkolaborasi dengan para pengrajin batik dan penjahit untuk bikin pouch batik BGSKIN ini. Mereka dapat pemasukan, dan pengguna BGSKIN mendapatkan hasil karya ini secara gratis,” katanya, Jumat (4/10/2024).
BGSKIN bersama pengrajin dan pedagang batik ini berkolaborasi memproduksi kain batik dengan nuansa warna pink, yang dijadikan pouch. Hasilnya, untuk dibagikan secara gratis pada customer yang berbelanja produk BGSKIN di periode bulan Oktober 2024.
Salah satu pengrajin di Jetis Kampung Batik, Namiroh mengungkapkan, dirinya juga membuka pelatihan membatik bagi anak-anak sekolah. “Anak TK, SD, saya ajari membatik, saya kenalkan canting juga,” ungkapnya.
Tak hanya pelatihan bagi anak-anak TK dan SD, untuk melestarikan batik ini, di Jetis Kampung Batik juga menerima anak-anak magang dari beberapa universitas di Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.
Hanya saja, pasca pandemi Covid-19 pesanan batik mengalami penurunan drastis hingga banyak pengrajin yang gulung tikar. “Pesanan sepi. Banyak yang gulung tikar, dan yang bertahan tinggal beberapa saja,” tuturnya.
Untungnya, dorongan pemerintah untuk menggunakan batik di kalangan ASN mampu membantu meningkatkan kembali produksi di Jetis Kampung Batik.
Program berbagi dan kolaborasi semacam ini tak hanya dilakukan BGSKIN di momen Hari Batik Nasional saja. BGSKIN juga memiliki Komunitas BGSKIN Berbagi yang merangkul para reseller dan customer untuk mendukung program lainnya seperti Rumah Makah Gratis, berbagi sembako, dan sebagainya. [ipl/suf]






