Malang (beritajatim.com) – Fokus melestarikan batik sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia, Gerai Batik Lintang Malang mencoba menggandeng lembaga pendidikan.
Galeri Batik Lintang kembali melakukan kerja sama dengan SMKN yang ada di Sidoarjo dan Kabupaten Malang. Tujuannya, melestarikan batik sebagai warisan asli nusantara.
“Jadi ada beberapa SMKN yang magang selama 3 sampai 6 bulan ke depan. Untuk PKL, Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Galeri Batik Lintang Malang sebagai rumah produksi dan galeri batik tulis, batik cap, dan kombinasi batik tulis dengan batik cap,” ungkap Owner Galeri Batik Lintang Malang, Ita Fitriyah, Kamis (3/10/2024).
Ita menjelaskan, siswa PKL pertama ada dari jurusan Kriya Tekstil SMKN 1 Jabon Sidoarjo yang mengirimkan siswanya magang selama 6 bulan.
Ini merupakan jurusan yang linear dengan batik untuk terjun di industri. Ita menyampaikan, siswa dari SMKN 1 Jabon Sidoarjo sudah melaksanakan magang dari 15 Juli 2024 sampai 15 Januari 2025.
Lalu kedua, lanjut Ita, ada dari jurusan Pertelevisian SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Siswa SMKN 2 Singosari sudah melaksanakan PKL selama 3 bulan, yakni dari Juli sampai September 2024. Mereka mengerjakan proyek film pendek sebagai sarana promosi tentang produksi batik.
Wanita yang juga menjadi Asesor Batik Nasional BNSP itu pun mengaku, selama proses magang, pihaknya memberikan pendampingan dan sejumlah edukasi kepada siswa. Seperti mengedukasi seputar proses membatik, manajemen waktu, proses, dan manajemen hasil untuk siswa jurusan Kriya Tekstil SMKN 1 Jabon.
Sedangkan bagi siswa SMKN 2 Singosari, pihak Batik Lintang lebih pada mendampingi konsep berpikir dalam pengambilan gambar, proses produksi pertelevisian, sudut pandang yang bagus sesuai tema yang diambil, hingga proses pengambilan gambar sesuai tahapan.
Ita mengaku, Galeri Batik Lintang Malang sejauh ini sangat sering bekerja sama dan mendapatkan kunjungan dari berbagai lembaga pendidikan. Baik itu sekolah maupun perguruan tinggi. Dari perguruan tinggi, biasanya terdapat mahasiswa yang melakukan study mata kuliah tertentu, mengerjakan skripsi, atau pun KKN.
“Kami (Galeri Batik Lintang Malang-red) selalu terbuka dan menyambut baik insan pendidikan yang mau bekerja sama dengan Galeri Batik Lintang Malang,” urainya.
“Sebab salah satu cara melakukan regenerasi dunia pembatikan adalah lewat pendidikan yang kaya literasi, penelitian, dan sumbangsih peradaban untuk generasi penerus budaya asli bangsa Indonesia,” kata Ita mengakhiri. [yog/suf]






