Ponorogo (beritajatim.com) – Sedang hangat dibicarakan sejumlah Paskibraka putri lepas jilbab saat pengukuhan di Ibu Kota Nusantara (IKN), nampaknya itu tidak akan berlaku untuk Paskibraka yang akan bertugas tanggal 17 Agustus nanti di Ponorogo.
Bahkan, Paskibraka putri di Ponorogo mayoritas menggunakan jilbab, baik itu saat latihan maupun nanti bertugas. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Ponorogo, Besse Tenrisampeang. Ia menyebutkan bahwa paskibraka putri yang memakai jilbab tidak jadi masalah.
“Sampai saat ini, terkait dengan jilbab tidak masalah. Kami tidak ada petunjuk atau disinggung baik itu dari pusat, provinsi dan kabupaten terkait lepas jilbab tersebut,” ungkap Tenri, sapaan Besse Tenrisampeang, Rabu (14/08/2024).
Di Paskibraka Ponorogo, kata Tenri justru hanya beberapa remaja saja yang tidak memakai jilbab. Hal itu pun juga dibebaskan untuk Paskibraka di bumi reog.
Dari catatan miliknya, Tenri menyebutkan bahwa jumlah Paskibraka yang bertugas di Ponorogo ada 70 petugas. Di mana terdiri dari 40 laki-laki dan 30 perempuan. Nah, dari jumlah petugas paskibraka perempuan itu, yang memakai jilbab ada 26 orang, dan sisanya tidak berjilbab.
“Mayoritas malah memakai jilbab, hanya ada beberapa yang tidak memakai, dan kita tidak mempermasalahkannya,” pungkasnya.
Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, ada 18 Paskibraka nasional yang lepas jilbab saat pengukuhan pada hari Selasa (13/8) kemarin.
Upacara pengukuhan tersebut diadakan di Istana Garuda IKN oleh Presiden Joko Widodo. Momen itu tercoreng dengan adanya 18 paskibraka putri yang melepas jilbab mereka. Diduga pelepasan itu, karena adanya ketentuan yang melarangnya. [end/ian]






