Ponorogo (beritajatim.com) – Meski baru diresmikan, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mrican di Kabupaten Ponorogo sudah membuahkan hasil. Pengelolaan sampah yang berada di komplek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican Kecamatan Jenangan itu, sudah mengirimkan 18 ton resufe derived fuel (RDF) ke pabrik semen. RDF merupakan salah satu produk dari pengelolaan sampah dk TPST Mrican.
“Pilot pertama kita ini, mengirimkan 18 ton RDF ke pabrik semen Indosemen,” ungkap Direktur Utama PT Resinergi yang merupakan pengelola TPST Mrican, Glory Harimas Sihombing, ditulis Senin (12/08/2024).
Glory menjelaskan bahwa RDF ini merupakan bahan baku pengganti bahan bakar di pabrik-pabrik besar di Indonesia. Dengan RDF, pabrik-pabrik besar itu bisa mengurangi emisi atau mengurangi penggunaan bahan bakar batubara.
“RDF ini dihasilkan dari sampah plastik seperti kantong-kantong kresek,” katanya.
Dia mengeklaim bahwa pangsa pasar RDF ini, masih besar. Glory menyebutkan bahwa untuk pengiriman di pabrik sewen, pihaknya belum bisa menyuplai 5 persen dari kebutuhan RDF di pabrik tersebut. Terkait harga, Glory tidak menyebutkan angka pasti dari harga RDF tersebut. Namun, Ia menjelaskan bahwa sudah ada penetapan harga. Problem utama dari pengiriman RDF ke pabrik semen ini, ialah ongkos transportasi. Semakin dekat dengan pabrik, tentu profitnya semakin tinggi.
“Sebenarnya pabrik semen itu sendiri juga kesulitan untuk mencari suplier RDF. Jadi untuk harga nampaknya tidak ada masalah untuk mereka (pabrik semen-red), tentu bisa dinegosiasikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyebutkan bahwa kapasitas produksi dari mesin pengolah sampah di TPST Mrican, bisa sampai 120 ton per hari. Sedangkan sampah yang dihasilkan dari 5 pasar besar di Ponorogo mencapai 90 ton per hari.
“Selain bisa memproses pengolahan sampah yang baru datang, juga bisa mengambil tumpukan sampah yang menggunung puluhan tahun di TPA Mrican,” katanya.
Kang Giri menyebutkan bahwa nanti akan tiba waktunya TPA Mrican akan menjadi bersih, wangi dan hijau. Sampah bisa menjadi berkah dan cuan dengan pengelolaan di TPSP Mrican.
“Sampah PR bersama, termasuk masyarakat. Ayo pren jangan buang sampah sembarangan. Kita pilah sampah, yang organik dipisahkan dengan yang non organik. Supaya memudahkan kerja pengelolaan sampah ini. Kami berupaya cari solusi demi semuanya,” pungkasnya. [end/but]






