Pamekasan (beritajatim.com) – Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia bersama Australia Red Cross dan Palang Merah Indonesia (PMI), menggelar Focus Group Discussion (FGD) KLB Polio dan Siaga Bencana Kekeringan di Pamekasan, Kamis (25/7/2024).
FGD tersebut digelar di Ruang Pertemuan Rato Ebhu Kompleks Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, dihadiri langsung oleh Pj Bupati Pamekasan, Masrukin, PMI Pusat, Jawa Timur, dan PMI Pamekasan.
Selain itu juga tampak hadir perwakilan dari sejumlah instansi di wilayah setempat, seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Diskominfo, Polres, Kodim, Puskesmas, Bidan, UPT Cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim, serta beberapa perwakilan dari instansi lainnya.
“Kunjungan DFAT dan Palang Merah Australia bersama PMI Pusat, dan Jawa Timur, dilakukan sebagai bentuk respon terhadap KLB Polio dan program kesiapsiagaan yang dilakukan PMI Pamekasan,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Sekretaris Hairul Saleh.
Kunjungan tersebut, juga disempatkan dengan kegiatan FGB seputar KLB Polio dan Siaga Bencana Kekeringan. “Dalam FGD, banyak hal yang dapat kita jadian referensi untuk program kedepan, khususnya seputar polio maupun kesiapsiagaan bencana,” ungkapnya.
Bahkan sebelum FGD, DFAT Australia bersama rombongan memantau langsung titik sasaran program, yakni di Kelurahan Barurambat Kota, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan.
“Kami sengaja memilih Barkot (Barurambat Kota) karena di sana ada warga terdampak polio, terlebih Pamekasan juga menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur, terdampak kasus polio,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, peninjauan langsung juga dilakukan di titik posyandu hingga rencana lokasi pembangunan MCK Komunal. “Dalam kesempatan itu, rombongan juga meninjau langsung sanitasi yang dilakukan masyarakat di lokasi tersebut,” jelasnya.
“Pasca kegiatan peninjauan, DFAT beserta rombongan menuju Pendopo untuk FGD bersama pemerintah kabupaten. Bahkan DFAT juga mengapresiasi atas gagasan program yang digagas PMI Pamekasan,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar rutin hadir ke posyandu terdekat. “Dengan begitu, nantinya akan mudah terpantau, sebab penyakit polio harus dicetak sedini mungkin, karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” pungkasnya. [pin]






