Malang (beritajatim.com) – Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) menjadi venue gelaran Asean University Games (AUG) cabang olahraga bulutangkis. Cabang olahraga (cabor) ini dilaksanakan sejak 26 Juni hingga 2 Juli 2024.
Gema Fitriady, M.Pd., PIC atau penanggung jawab venue menjelaskan bahwa Graha Cakrawala digunakan sebagai venue bulutangkis beregu dan perorangan. Untuk beregu dimulai pada tanggal 26 Juni sampai 29 Juni 2024, sementara itu event perorangan dimulai tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2024.
“Cabor bulutangkis beregu itu sistemnya hampir sama dengan Piala Thomas dan Uber Cup. Kalau lebih dari 4 regu akan ada dua grup tetapi karena ini hanya ada 4 regu, pakai 1 grup. Mereka semua saling bertemu. Nanti dicari peringkat yang nomor 1 sampai nomor 4,” ujar Gema saat ditemui venue, Kamis (27/6/2024).
Dijelaskan Gema peringkat 1 dan 2 itu nantinya akan memperebutkan juara 1 dan yang kalah juara 2. Sementara itu, peringkat 3 dan 4 itu akan memperebutkan medali perunggu.
Untuk beregu yang dipertandingkan dimulai dengan tunggal kemudian ganda begitu seterusnya sampai ada pemenang. “Sistemnya untuk beregu putra dan putri sama, jadi tunggal dulu kemudian ganda, kemudian tunggal lagi, lalu ganda,” ungkal dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UM ini.
Gema menjelaskan, dari sisi persiapan kami pihaknya sudah melakukan dari 2 bulan sebelum event. Persiapan cukup panjang karena ada banyak hal yang harus dilakukan.
“Dari panitia itu kami kerjasamanya dengan PBSI pusat. Ada bagian technical delegate, dewan hakim, International Technical Officer, dan national technical officer, itu semuanya dari penugasan dari Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI),” jelas dosen dari Departemen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi tersebut.
Sementara itu, untuk hakim garis itu pihaknya melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di UM. Ada dari fakultas ilmu keolahragaan, teknik, maupun ekonomi dengan menggandeng UKM bulutangkis di UM.
“Jadi memang saya minta itu adalah yang sudah tahu untuk bulutangkis seperti apa. Karena kalau kita memberikan pelatihan kembali untuk melakukan ini agak berat. Dan teman-teman ini sudah mendapatkan sertifikat hakim garis sebelumnya. Minimal sudah sudah 6 bulan pelatihan tingkat kabupaten,” ungkap Gema.
Pihaknya mengklaim, sejauh ini dari segi perangkat pertandingan semua berjalan lancar. Hanya ada sedikit kendala pada bagian venue saja.

Sebagai informasi, cabor bulutangkis AUG hanya diikuti 4 negara Asean, yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia. Dari kontingen tersebut total ada 65 orang, termasuk atlet dan official dari 4 negara.
Dalam menyemarakkan gelar AUG, Gema sebagai PIC maupun pihak UM sendiri terus berupaya agar bisa lebih banyak penonton. “Basanya ada mahasiswa sehingga akan sangat ramai karena ini masa libur itu hanya beberapa mahasiswa yang hadir,” ucap Gema.
UM sudah melakukan beberapa publikasi ke sejumlah media itu sehingga juga dihadiri sejumlah penonton dari luar kota Malang. Ada juga partisipasi dari beberapa dosen dan tendik yang dengan bantuan surat edaran Rektor agar menonton pertandingan berlangsung di UM.
“Harapannya, semoga berjalan dengan lancar dan khususnya untuk tim Indonesia bisa menang,” tutup Gema kepada beritajatim.com saat diwawancara. [dan/aje]






