Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam menjalankan tugas sebagai garda terdepan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pengembangan Kompetensi Teknis ‘Latihan Perorangan Dasar Bagi Anggota Satpol PP Kota Mojokerto’.
Ning Ita (sapaan akrab, red) meminta seluruh anggota Satpol PP memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) secara mendalam agar mampu menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, pemahaman terhadap tupoksi menjadi dasar penting dalam mendukung keberhasilan program pembangunan daerah, termasuk mewujudkan Panca Cita Kota Mojokerto.
“Saya berharap dua hari ini akan mendapatkan ilmunya, benar-benar membawa perubahan ke depan. Saya akan melihat performa Satpol PP Kota Mojokerto lebih baik dan meningkat. Kesempatan ini agar benar-benar dimaknai,” ungkapnya di Pendopo Griya Paramitra, Kompleks Cikaran Korem 082 Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Sabtu (18/7/2026).
Orang pertama di lingkungan Pemkot Mojokerto ini menegaskan, anggota Satpol PP memiliki peran strategis karena menjadi representasi Pemkot Mojokerto ketika berhadapan langsung dengan masyarakat maupun tamu daerah.
“Bapak ibu semua adalah garda terdepan wajah Pemkot Mojokerto ketika berhadapan dengan masyarakat dan tamu daerah. Persepsi masyarakat, persepsi tamu kita akan tergambar melalui wajah dan performa bapak ibu,” tegasnya.
Ning Ita mencontohkan berbagai agenda besar seperti kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di mana pemerintah kota di Indonesia secara bergiliran menjadi tuan rumah. Dalam forum tersebut, citra sebuah daerah akan terlihat dari kesiapan seluruh unsur pemerintahan dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Di forum itu tergambar Pemkot sebagai tuan rumah dihadapan dengan kota lain. Saya ingin dengan menguatkan Panca Cita Kota Mojokerto keempat yakni, integrasi tata kelola pemerintahan, bapak ibu adalah representasi Kota Mojokerto,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Ning Ita berharap anggota Satpol PP dapat memperkuat kedisiplinan, baik secara personal maupun dalam kerja tim. Selain itu, pemahaman terhadap keamanan, tugas pokok, serta landasan dasar sebagai jajaran Pemkot Mojokerto juga harus terus ditingkatkan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Korem 082/CPYJ dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggota Satpol PP. Menurutnya, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, pembinaan tersebut diharapkan mampu membentuk pola kerja yang lebih profesional.
“Saya percaya dan yakin di bawah pendidikan dan pelatihan dari rekan-rekan Korem 082/CPYJ ini akan mengubah pola kerja anggota Satpol PP Kota Mojokerto. Tujuh nilai budaya berakhlak harus dipahami dan harus dilaksanakan. Manfaatkan dua hari ini untuk memperkuat kedisiplinan baik personal maupun komunal,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti 33 anggota Satpol PP yang bertugas di sejumlah pos penjagaan, antara lain Rumah Rakyat, Balai Kota, Rumah Dinas Wakil Wali Kota, dan Kantor Satpol PP. Materi pelatihan difokuskan pada penerapan standar operasional prosedur (SOP), penguatan disiplin, serta peningkatan kompetensi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pelatihan yang digelar selama dua hari, 18-19 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Mojokerto dalam meningkatkan kapasitas aparatur, khususnya Satpol PP agar semakin siap menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah, menjaga ketertiban umum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. [ADV-kom]









