Kediri (beritajatim.com)– Berjarak 23 km dari pusat Kota Blitar, Dusun Dringo secara geografis terletak di dataran tinggi yang dihimpit pegunungan dengan ketinggian sekitar 300 mdpl. Masuk ke dalam daerah Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar yang terdiri dari 5 dusun.
Dusun Dringo sendiri merupakan salah satu bagiannya. Dringo dihuni 110 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa dengan 95 persen penduduk beragama Islam.
Berada di daerah pegunungan, akses menuju dusun ini pun membutuhkan perjuangan yang lebih ekstra dengan kondisi jalan yang naik turun dan berkelok. Kondisi dusun ini pun semakin memprihatinkan dikala musim kemarau datang lantaran sering mengalami kekeringan yang ekstrem.
Pendidikan masyarakat di dusun ini masih tergolong rendah dimana mayoritas warganya merupakan lulusan SD dan SMP. Hal ini bukanlah tanpa alasan, mengingat susahnya akses dari dan menuju dusun tersebut, sehingga mempersulit masuknya fasilitas untuk menyokong pertumbuhan masyarakatnya seperti pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak, anak-anak harus turun ke bawah gunung agar dapat mengakses sekolah terdekat.

Sofia Dewi, Manajer LMI Blitar menjelaskan bahwa, secara ekonomi masyarakat Dusun Dringo masih berada di bawah angka kemiskinan. Ditambah dengan kesadaran masyarakat yang mampu untuk berkurban juga masih sangat kurang, sehingga jarang sekali dusun ini rutin melakukan kurban setiap tahunnya.
“Angka kemiskinan yang masih tergolong tinggi inilah yang akhirnya mendorong kami dari LMI untuk mengadakan kurban di lokasi ini. Sebelumnya pernah ada kurban kambing disini itupun dengan bantuan LMI, makanya tahun ini kami berencana untuk menambahkan jumlah hewan kurban di dusun ini, syukur lagi jika bisa menyalurkan sapi. Harapannya ini juga bisa membantu perbaikan gizi warga sekitar yang berada di kawasan terpencil dan seringkali mendapatkan bencana berupa kekeringan,” jelasnya pada Kamis (30/05/2024).
Sebelumnya, LMI pernah menyalurkan 2 ekor kambing pada tahun sebelumnya. Sedangkan pada tahun ini LMI berencana akan menyalurkan minimal 3 kambing atau domba dan ditambah dengan 1 ekor sapi bila memungkinkan.
“Semoga tahun ini hewan kurban yang disalurkan di Dusun Dringo tahun ini bisa bertambah. Sehingga manfaat yang dirasakan oleh warga sekitar bisa semakin bertambah banyak. Kemudian yang paling penting lagi tentunya, semoga kesadaran masyarakat yang mampu untuk berkurban semakin meningkat,” tutur Sofia dengan penuh harap. [nm/but]






