Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan Muhammad ‘Gus’ Fawait sama-sama menyinggung topik relasi antara istri dan keluarga dengan politik, dalam pemaparan visi dan misi yang diselemggarakan Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Hotel Rembangan, Minggu (26/5/2024) malam.
DPD PAN Jember mengundang empat tokoh dalam penjaringan bakal calon bupati, yakni mantan kepala Dinas Pendidikan Jember Achmad Sudiyono, mantan bupati Faida, Hendy, dan Fawait. Hendy mendapat kesempatan di urutam ketiga sebelum.Fawait.
Seperti biasa, Hendy datang dengan ditemani sang istri Kasih Fajarini yang sama-sama berpakaian warna biru. Anak-anak, keponakan, saudara, dan menantu mereka ikut serta, termasuk Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Try Sandi Apriana.
“Saya di mana-mana mesti bawa istri dan keluarga. Kenapa? Karena cinta saya sama keluarga. Tentunya saya bawa istri dan keluarga ini, semangatnya agar sama yakni tanggung jawab. Jika dipilih oleh masyarakat, isi dan keluarga harus siap-siap untuk menerima apapun yang menjadi masalah di Jember. Apapun seandainya dapat informasi yang miring, ada ghibah (gunjingan) bermacam-macam, keluarga harus siap,” kata Hendy.
“Ketiga, kenapa istri, anak, adik, kakak, dan keponakan harus ikut, agar mencegah diri saya untuk tidak melakukan hal-hal yang salah. Kalau saya melakukan korupsi, melakukan dinasti, melakukan sesuatu yang menyimpang dari regulasi, saya akan malu dengan istri, anak, dan cucu saya. Maka yang malu keluarga besar kami,” kata Hendy.
“Keempat, yang paling penting, saya membawa istri. Kalau jadi pemimpin istrinya harus satu. Jangan banyak-banyak. Kalau istrinya banyak, nanti ketua PKK-nya siapa? Bingung kan. Jadi satu saja,” kata Hendy disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari hadirin.
Sementara itu, Fawait menegaskan komitmennya untuk tidak melibatkan keluarga dalam urusan politik jika terpilih menjadi bupati. “Selama sepuluh tahun menjadi anggota DPRD Jawa Timur, istri saya belum pernah sekalipun intervensi dalam kebijakan kami di DPRD Jawa Timur. Anak saya juga tidak, karena masih kecil-kecil. Tidak tahu kalau yang lainnya,” katanya.
“Anak saya baru berusia delapan tahun. Anak saya tidak ada yang menjadi kontraktor. Anak saya tidak ada yang menjadi pengusaha EO (Event Organizer). Maka yakinlah anak-anak saya dan istri saya tidak akan ikut campur,” katanya disambut tepuk tangan meriah.
Fawait mengatakan, istrinya adalah sarjana S1 dan S2 lulusan Universitas Gajah Mada. “Tapi dia bukan kontraktor dan bukan tipe orang yang mengintervensi. Dan saya selalu bilang, ini wilayah kerja suami, ini wilayah rumah tangga,” kata anggota DPRD Jawa Timur ini.
“Termasuk malam ini, bukan saya tidak mau mengajak istri. Tapi ini wilayah kerja bupati, ketika suaminya jadi bupati. Maka yang saya ajak adalah keluarga-keluarga politik saya. Ini yang hadir semua adalah keluarga besar kami. Bukan istri saya, bukan anak saya,” kata Fawait, menunjuk sejumlah pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya Jember dan perwakilan relawan yang duduk di hadapannya.
Fawait tidak ingin tersandera ketika keluarga masuk dalam urusan politik. “Itu komitmen kami. Yakinlah saya anak muda. Anak saya tidak ada yang jadi kontraktor. Anak saya tidak ada yang jadi EO. Anak saya tidak ada yang saya jadikan tenaga ahli. Keponakan saya tidak ada yang saya jadikan caleg. Anak dan keluarga saya, saya pastikan tidak boleh ada yang jadi tenaga honorer di Kabupaten Jember,” katanya. [wir]







7 Komentar
Pilih yang beristri satu saja …
Guru kencing berdiri. Murid nggak bakalan kencing jongkok
Sy suka monogami
Lucu tdk melibatkan keluarga tapi bangga dengan si samsul…tiap banner si samsul jd background….presiden sholawat tdk konsisten jauh dr uzwah kanjeng nabi
Pemapara visi&misi menyerang kepribadian seseorang kurang bagus juga.
Nanti rakyat yang akan menentukan pilihan mana yang terbaik sesuai pilihan masing2.
Jaman sekarang musimnya :
Yang diatas bingung cari jabatan, yang dibawah bingung cari makan.
Dalam politik tidak ada teman yang abadi, tetapi yang ada kepentingan pribadi dan golongan.
Menyampaikan visi dan misi untuk kemajuan kabupaten jember lebih baik dan bijak. Setidaknya rakyat akan tahu apa yang akan dilakukan ke depan.
Yang doyan kawin padti tidak becus bekerja gue pilih p hendy aja deh