Jombang (beritajatim.com) – Dominasi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) di Kabupaten Jombang masih sulit untuk diruntuhkan. Pemilu 2024 ini, PKB Jombang diprediksi meraih 12 kursi dari 50 kursi yang diperebutkan.
Bahkan untuk dapil (daerah pemilihan) Jombang 2 yang meliputi Kecamatan Diwek, Jogoroto dan Sumobito, partai yang diketuai oleh Abdul Muhaimin Iskandar ini memborong tiga kursi sekaligus dari 10 kursi yang diperebutkan.
Keberhasilan PKB mendulang suara siginifikan di Jombang tersebut terlihat di laman resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id pada Minggu (25/2/2024) pukul 06.30 WIB. Melalui sirekap (sistem informasi dan rekapitulasi) PKB di Jombang mendapatkan 143.868 suara atau 22,53 suara.
Data tersebut di-update pada Sabtu (24/2/2024) dengan progres 3.652 dari 3858 TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau 94.66 persen suara masuk. Dari data tersebut, dari enam dapil yang ada, suara PKB tumbuh subur dan mengalir deras dari setiap TPS.
Di dapil Jombang 1 (Jombang, Peterongan) misalnya. Parpol (partai politik) bergambar bola dunia ini mendapat 18.477 suara. Ada tiga caleg yang mendulang suara cukup signifikan di dapil neraka ini. Di antaranya, M Subaidi sebanyak 4.664 suara, kemudian Hadi Atmaji meraih 4.053 suara, serta Diyah Mustikayani sebesar 3.612. Data yang masuk sirekap kisaran 93,38 persen. Yakni 578 dari 619 TPS yang ada.
Walhasil, dari dapil Jombang 1 yang memperebutkan delapan kursi ini, PKB berpotensi mendapat 2 kursi. Hal tersebut tidak jauh berbeda pada Pemilu 2019, yaitu PKB juga mengoleksi 2 kursi. Masing-masih disumbang oleh M Subaidi dan Luluk Cynthia Wahyuni. Namun untuk Pemilu 2024 ini Luluk menepi dari peta politik Jombang.
Sedangkan di dapil Jombang 2 (Diwek, Jogoroto, Sumobito), suara PKB tidak bisa terbendung. Mesin pendulang suara dari PKB bekerja keras untuk mendapatkan suara. Ada dua caleg petahana yang dipasang di dapil ini. Mereka adalah Mas’ud Zuremi yang juga ketua DPRD Jombang dan Fatimah anggota Fraksi PKB. Total suara yang dikumpulkan di dapil 2 sebesar 34.770 suara. Perolehan suara signifikan tersebut disumbang oleh tiga caleg.
Masing-masing Masud Zuremi sebesar 8.933 suara, kemudian Fatimah sebanyak 8.431, serta Fauzan yang mendulang 5.915 suara. Enam caleg PKB lainnya juga perolehan suaran lumayan bagus. Semuanya di angka ratusan. Bahkan ada caleg M Ma’ruf yang mendapat 3.716 suara.
Tentu saja, di dapil Jombang 2 PKB berpeluang membawa 3 kursi DPRD dari 10 kursi yang diperebutkan dalam Pemilu 2024. Jika dibandingkan Pemilu 2019, perolehan tersebut mengalami peningkatan. Karena Pemilu 2019 PKB mandapatkan dua kursi atas nama Mas’ud dan Fatimah.
Berlanjut ke dapil Jombang 3 (Mojowarno, Bareng, Wonosalam, Mojoagung). Di dapil ini PKB diprediksi mendapat dua kursi parlemen dari 10 kursi yang diperebutkan. Total perolehan PKB di dapil ini sebanyak 25.954 suara.
Terdapat tiga caleg yang mendulang suara siginifikan di dapil Jombang 3. Yakni, Mohammad Muhaimin sebesar 8.752 suara, lalu Subur dengan 5.062 suara, serta Qowiyus Sihriyah sebesar 4.257 suara. PKB berpotensi mendapat 2 kursi.
Hal tersebut setali tiga uang dengan Pemilu 2019. Pada saat itu PKB mendapatkan dua kursi atas nama Mohammad Muhaimin dan Subur. Kini, kisah keberhasilan tersebut terulang di Pemilu 2024. Jumlah kursi dan nama caleg masih sama.
Untuk dapil Jombang 4 (Perak, Bandarkedungmulyo, Ngoro, Gudo), PKB juga berpeluang mendapatkan dua kursi dari sembilan kursi yang diperebutkan. Di dapil tersebut partai bergambar bola dunia ini meraih 20.253 suara total.
Sedangkan caleg pendulang suara signifikan ada tiga orang. Masih berdasarkan data sirekap, caleg petahana Kholilah mendapat 7.292 suara, disusul Mochammad Waliyul Hakim yang mendapat 3.704 suara, serta Muhammad Naqib Abdullah dengan 3.327 suara.
Di dapil Jombang 4, PKB memiliki kesempatan meraih dua kursi. Tentu jumlah tersebut cukup bagus jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. Karena saat itu PKB hanya mengoleksi satu kursi atas nama Kholilah.
Lagi-lagi, raihan dua kursi juga terbuka di dapil Jombang 5 (Kabuh, Ploso, Plandaan, Ngusikan). Di dapil ini ada dua caleg petahana yang mendulang suara signifikan. Yakni, Kartiyono sebesar 7.304 suara. Kemudian caleg Erna Kuswati sebesar 8.311 suara.
Lalu disusul Khoirul Anwar yang mendapat 5.900 suara. Sedangkan jumlah total perolehan suara PKB di dapil Jombang 5 mencapai 26.980 suara. Di dapil kawasan utara Sungai Brantas ini PKB berpeluang mendapat 2 kursi. Tidak jauh berbeda dengan Pemilu 2019.
Bagiamana dengan dapil Jombang 6 (Megaluh, Tembelang, Kesamben)? Pada Pemilu 2019, PKB mendapatkan satu kursi atas nama Miftahul Huda. Pada Pemilu 2024 petahana ini kembali bertempur. Dia mengoleksi 7.228 suara. Ditempel ketat oleh Anas Burhani yang mendapat 6.532 suara.
Sedangkan empat caleg PKB lainnya perolehan suara biasa-biasa saja, hanya kisaran ratusan. Jumlah total perolehan PKB di sini tembus 17.434 suara. Sepeti kaset yang diputar ulang, di dapil Jombang 6 PKB berpotensi mendapatkan satu kursi.
Meningkat Dua Kursi
Jika hasil Pileg (Pemilu Legislatif) PKB Jombang mendapatkan 12 kursi, maka dia adalah juaranya. Dengan kata lain PKB Jombang mengulang kesuksesan yang sama seperti Pemilu 2019. Karena pada Pemilu 2019 PKB juga menjadi pemenang di Jombang dengan memperoleh 10 kursi atau setara 145.484 suara.
Pada Pemilu 2024 kursi tersebut dimungkinan naik dua, sehingga PKB di Jombang berpeluang mendapatkan 12 kursi di DPRD Jombang. Tentu saja, kerja keras para caleg PKB ini berbuah manis. Dari 10 meningkat menjadi 12.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretris DPC PKB (Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa) Jombang Anas Burhani tidak menampik hitung-hitungan tersebut. Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil penghitungan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).
“Memang benar, perolehan kursi di sekitar itu (12 kursi). PKB mengalami peningkatan suara. Ada dapil yang kursinya bertambah. Namun demikian, kami masih menunggu hasil secara resmi dari KPU,” ujar Anas Burhani.
Penghitungan Suara Belum Final
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
Saat ini pengitungan suara dilakukan di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Laman tersebut menampilkan penghitungan sementara. Karena hasil yang ada di angka tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) melalui foto menjadi angka,” ujarnya. [suf]






