Jombang (beritajatim.com) – Partai Gerindra Kabupaten Jombang akhirnya berpeluang mendapatkan kursi di dapil (daerah pemilihan) Jombang 1 (Jombang, Peterongan) dan dapil Jombang 6 (Megaluh, Tembelang, Kesamben).
Pecah telur itu terjadi di Pemilu 2024. Padahal, mulai Pemilu 2009 atau sudah 15 tahun, di dua dapil tersebut Partai Gerindra tidak pernah mendapatkan kursi. Untuk dapil 6, bukan sekadar pecah telur. Karena Partai Gerindra memborong dua kursi sekaligus.
Sedangkan dapil 1 peluangnya hanya satu kursi. Kondisi tersebut dibenarkan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Jombang Octadella Bilytha Permatasari. Di Pemilu 2024 ini, katanya, Gerindra mendulang suara yang cukup siginifikan.
“Semua dapil kita mendapatkan kursi untuk Pemilu 2024 ini. Untuk dapil 5 dan 6, insyaallah masing-masing dua kursi,” ujar Mbak Della, panggilan akrab Octadella Bilytha Permatasari, yang merupakan caleg dapil Jombang 6 ini.
Berdasarkan pantauan sirekap (sistem informasi dan rekapitulasi) di laman resmi KPU, http://pemilu2024.kpu.go.id pada Jumat (23/2/2024) pukul 16.00 WIB, perolehan Ketua Gerindra Jombang ini sudah tembus 18.043 suara.
Perolehan suara urutan kedua ditempati Novadona Bilytha Puspythasari sebanyak 2.003 suara. Sedangkan perolehan Partai Gerindra secara total di dapil ini mencapai 24.396 suara. Data tersebut paling akhir di-update pada Kamis (22/2/2024) dengan progres 451 dari 468 TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau 96.37 persen.
Kondisi yang sama juga nampak di dapil Jombang 1. Dapil ini juga menjaga jarak dengan Partai Gerindra selama 15 tahun atau sejak Pemilu 2009. Namun di Pemilu 2024, partai besutan Prabowo Subianto berpotensi merebut satu kursi dari delapan kursi yang disiapkan.
Partai Gerindra mendapatkan 12.817 suara. Ada tiga caleg yang mendulang suara siginfikan di dapil neraka ini. Mereka adalah Mochamad Agung Natsir sebesar 3.941 suara, kemudian Abdul Wahab sebanyak 3.476 suara, serta Hardyan Wicaksono mendapatkan 2.131 suara.
Dengan capaian tersebut, partai nomor urut dua ini berpotensi mendulang satu kursi di DPRD Jombang. Tentu saja, paceklik suara yang mendera Partai Gerindra selama 15 tahun di dua dapil tersebut berakhir di Pemilu 2024.
Asad Choirudin, Divisi Teknis dan Penyelenggara KPU Jombang mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau perkembangan perolehan suara pemilu legislatif (Pileg) di situs resmi yang disediakan KPU RI tersebut
Namun, dirinya menegaskan hal itu bukan rekapitulasi final. Hasil suara resmi yang akan ditetapkan oleh KPU adalah penghitungan suara manual yang dilakukan secara bertingkat dari kecamatan, Kabupaten/Kota hingga ke nasional.
Saat ini pengitungan suara dilakukan di tingkat kecamatan atau PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). “Laman tersebut menampilkan penghitungan sementara. Karena hasil yang ada di angka tersebut berdasarkan pembacaan aplikasi sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) melalui foto menjadi angka,” ujarnya. [suf]






