Kediri (beritajatim.com) – Usai pemilu harga sembako di Kota Kediri masih meroket. Di Pasar Pahing Kediri harga beras kualitas medium mencapai Rp16.000 per kilogram (kg).
Sunarti salah satu pedagang di Pasar Pahing mengatakan kenaikan harga terjadi sejak 3 bulan lalu. Pada waktu itu hanya sekitar Rp10.000, namun hingga saat ini masih terus mengalami kenaikan harga, salah satunya beras 64 super saat ini harganya mencapai Rp14.000.
“Kenaikan harga sejak tiga bulan lalu, jika dalam kondisi normal harga beras berkisar Rp10.000, sekarang harganya setiap hari naik terus,” Kata Sunarti, pada Senin (19/2/2024).
Hal senada juga diungkapkan oleh Fitri, yang mengaku tidak berani kulakan beras kualitas premium, lantaran harga terlalu tinggi sehingga takut tidak laku, kenaikan setiap hari ini terjadi sejak sebelum pemilu. “Mulai sebelum pemilu naik terus ini, yang sebelumnya harganya Rp14.000 sekarang sudah Rp16.000,” jelas Fitri.
Fitri menambahkan, selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada gula dengan harga Rp16.500 dan telur dengan harga Rp26.500. “Ini telur juga naik sekarang Rp26.500 sebelumnya Rp25.000, kalau gula sekarang Rp16.500 sebelumnya Rp15.700,” imbuhnya.
Sementara itu, Niamah salah satu pedagang nasi pembeli beras mengaku keberatan atas kenaikan harga tersebut, sehingga untuk mensiasatinya terpaksa mengurangi porsi dagangannya. “Tolong harga sembako dinormalkan, karena saya jualan nasi, jadi untuk mensiasati terpaksa mengurangi ukuran porsi dagangan,” keluhnya.
Untuk diketahui, di Pasar Pahing untuk harga beras medium Rp16.000, beras premium Rp77.000 dan Rp78.000, Telur Rp26.500, Gula Rp16.500. [nm/kun]






