Blitar (beritajatim.com) – Samsuri (40) warga Kelurahan Tanggung Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar antusias untuk ikut dalam simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024. Penyandang disabilitas tuna netra itu pun menceritakan pengalamannya yang sulit membedakan wajah Capres-Cawapres.
Hal itu terjadi lantaran dalam surat suara Pilpres pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada huruf braille. Kondisi itupun memaksa dirinya untuk meminta tolong ke pendamping agar memberitahu masing kolom Capres-Cawapres yang ada di surat suara.
Namun sejak Pemilu 2004 lalu, para penyandang disabilitas tuna netra sudah disediakan alat bantu braille (Template braille). Dengan adanya alat bantu braille itu sedikit memudahkan dirinya untuk membedakan masing-masing Capres-Cawapres.
“Sekarang kan tidak ada tanda untuk kami kaum tuna netra. Kami berharap kedepannya ada tindak lanjut dari pemerintah memberikan simbol simbol yang mungkin bisa memperjelas untuk tuna netra,” cerita Samsuri, penyandang tuna netra, Senin (29/01/24).
Samsuri sendiri menjadi salah satu penyandang disabilitas yang paling bersemangat untuk mencoblos ke TPS. Meski memiliki keterbatasan penglihatan, namun Samsuri belum pernah sekalipun Golput saat Pemilu.
Penyandang tuna netra itu pun berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kaum disabilitas saat Pemilu. Ia berharap di surat suara Pemilu 2024 ini, bisa dilengkapi dengan huruf braille yang bisa mempermudah akses penyandang tuna netra menyalurkan hak suaranya.
“Insyaallah karena pemerintah sudah mulai terketuk hatinya untuk ada inisiatif untuk memperhatikan bagi kami kaum difabel,” tegasnya.
Disisi lain meski harus didampingi oleh tenaga pendamping, namun para penyandang tuna netra ini menjamin bahwa ia menyalurkan hak suara sesuai hati nurani. Samsuri pun menyatakan pada Pemilu 2024 mendatang ia bakal didampingi oleh pihak keluarga.
“Didampingi pendamping, insyaAllah jujur pendampingnya,” tegasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya menyebut bahwa di Pemilu 2024 mendatang ada alat bantu braille (Template braille) yang disediakan. Alat bantu braille ini disediakan khusus untuk surat suara Pilpres dan DPD RI.
“Memang tadi belum ada (alat bantu braille), tapi insyaallah pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang sudah jadi saat ini masih tahap pengadaan,” tegas Rangga.
KPU Kota Blitar sendiri berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas. Selain menyediakan alat bantu braille, KPU Kota Blitar juga telah mempersiapkan tenaga pendamping.
Diharapkan dengan begitu maka para penyandang disabilitas akan lebih mudah untuk menyalurkan hak suaranya. Sehingga diharapkan angka Golput Disabilitas bisa ditekan.
“Kami pastikan untuk Pilpres 2024 mendatang para penyandang disabilitas memperoleh alat bantu braille,” pungkasnya. [owi/but]






