Ngawi (beritajatim.com) – Puluhan warga di Dusun Tanjung, Desa Kayutrejo, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, diduga terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mereka sebagian dirawat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Ngawi, sementara lainnya menjalani rawat jalan di rumah masing-masing.
Menurut Kepala Puskesmas Walikukun, dr. Hermin Ambarsari, ada sebanyak 20 warga di dusun tersebut yang diduga terserang DBD. Sebagian dari mereka dirawat di Puskesmas Walikukun, Puskesmas Ngrambe, dan Puskesmas Gerbang. Hingga saat ini, masih ada tiga pasien yang dirawat di Puskesmas Walikukun.
“Tiga pasien tersebut rencananya akan dirujuk ke rumah sakit karena trombositnya terus menurun,” kata dr. Hermin, Kamis (28/12/2023).
Menurut dr. Hermin, pihak puskesmas akan melakukan pemeriksaan jentik di lokasi tersebut untuk mengetahui penyebab DBD. Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi juga akan melakukan fogging di dusun tersebut.
Sementara itu, Kepala Dusun Tanjung, Suroto, mengatakan bahwa kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak desa dan puskesmas. Ia mengaku tidak tahu penyebab banyaknya warga yang terserang DBD saat musim kemarau. “Penyebabnya tidak tahu, padahal kemarau kok ada DBD menyerang,” kata Suroto.
Para warga yang diduga terserang DBD rata-rata mengalami gejala demam tinggi, pusing, mual, dan muntah. Mereka mengaku sudah memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis menderita DBD.
Salah satu warga yang terserang DBD, Lilik Natalia, mengatakan bahwa ia mengalami demam tinggi, pusing, dan muntah. Ia sudah memeriksakan diri ke dokter dan didiagnosis menderita DBD. “Lemes sama pusing muntah juga sudah periksa ke dokter katanya DBD,” kata Lilik.
Warga lainnya, Sutoyo, mengatakan bahwa hingga saat ini masih ada puluhan warga yang sakit beruntun. Mereka mengalami gejala yang sama dengan Lilik.
“Sampe sekarang itu yang sakit beruntun terus yang diderita sama pusing mual dan muntah ada puluhan dirawat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit belum ada petugas datang besuk mau di foging infonya,” kata Sutoyo.
Petugas kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD. Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup rapat tempat penampungan air, dan menguras bak mandi secara rutin. [fiq/suf]






