Tuban (beritajatim.com) – Beberapa minggu terakhir, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tuban melakukan sidak di pasar modern dan tradisional dalam rangka menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru).
Saat sidak di pasar tradisional, TPID menemukan sedikit kenaikan harga beberapa kebutuhan bahan pokok. Seperti cabe, bawang merah, dan beras yang telah mengalami kenaikan sejak satu bulan sebelumnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, menjelaskan bahwa hasil temuan TPID menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan pokok tersebut disebabkan oleh jumlah barang yang terbatas sementara permintaannya tinggi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menganalisis penyebabnya dan berupaya untuk memastikan ketersediaan barang di pasaran.
“Penyebabnya karena jumlah barang ini tidak banyak sedangkan jumlah permintaan tinggi,” ujar Budi Wiyana.
“Kami pastikan sampai tahun depan tidak terjadi lonjakan kenaikan,” katanya.
Meskipun Budi Wiyana menyadari kemungkinan adanya kenaikan harga terkait dengan faktor transportasi dan lainnya, ia menegaskan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Tuban akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
“Tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan, seperti cabe yang mengalami kecenderungan naik di akhir tahun, namun sudah mulai turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 85 ribu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi Wiyana menekankan bahwa bahan pokok yang paling stabil, seperti beras, mengalami penurunan harga. Hasil evaluasi dan koordinasi dengan Bulog juga menunjukkan bahwa stok beras di Kabupaten Tuban aman untuk tiga bulan ke depan.
“Serta kami evaluasi sampai 3 bulan kedepan stok beras di Kabupaten Tuban, aman,” tambahnya. [ayu/but]
![Pemkab Tuban Pastikan Tak Ada Lonjakan Harga Bahan Pokok TPID Kabupaten Tuban saat melalukan sidak di pasar tradisional maupun pasar modern. [foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/12/1-28.jpg)






