Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Malang, Jawa Timur, terkejut saat meninjau pabrik produsen logistik pemilu PT Macanan Jaya Cemerlang di Klaten, Jawa Tengah, 7 – 8 Desember 2023.
M. Hanif Fahmi, Komisioner Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Pendidikan Latihan Bawaslu Kota Malang, mengatakan, informasi di Sistem Infprmasi Logistik (Silog) berbeda dengan kenyataan di lapang.
“Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga kaget. Mereka pikir logistik DCT (Daftar Calon Tetap) dan DPC (Daftar Pasangan Calon) diproduksi di Macanan. Mereka tidak tahu kalau Macanan memproduksi surat suara DPD (Dewan Perwakilan Daerah),” kata Hanif, Minggu (10/12/2023).
Berdasarkan Silog, Macanan Jaya Cemerlang memproduksi DPC dan DCT untuk ditempelkan di tempat pemungutan suara. “Ternyata yang memproduksi DCT dan DPC adalah Intan Sejati. Mereka (Macanan dan Intan Sejati) menjalankan model KSO (Kerja Sama Operasional),” kata Hanif, Minggu (10/12/2023).
“Kalau tidak dilihat ke lapang, kami juga tidak tahu. Mungkin jadi masalah di pelaporannya. Kita kan melihat estimasi pengiriman, produksi sudah belum, kan di Silog. Tenyata ada dua pabrik,” kata Hanif.
Hanif kemudian menginspeksi pabrik milik Intan Sejati. “Di sana memproduksi surat suara presiden dan wakil presiden, DPC, DCT, dan sampul,” katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan itu diketahui bahwa produksi surat suara DPD untuk Jawa Timur diproduksi di Macanan. “Sebagian sudah selesai, terutama untuk wilayah Madura. Nanti mungkin pertengahan Desember mulai didistribusikan di kabupaten dan kota masing-masing,” kata Hanif.
Menurut Hanif, tidak ada kendala. “Cuma di Intan Sejati, saya lihat, percetakan surat suara presiden dan wakil presiden bercampur dengan percetakan buku. Mereka juga memproduksi buku. Itu saja. Kalau di Macanan, kami lihat sudah terpisah dan memang khusus (percetakan) surat suara DPD saja,” katanya.
Pengiriman logistik ke kabupaten dan kota di Jatim relatif mudah, karena akan dikawal polisi. “Mereka juga pakai jasa kontrak dengan transporter, pakai truk,” kata Hanif.
Kendati digarap oleh dua pabrik, Hanif melihat kualitas kogistik yang diproduksi bagus. “Quality control-nya bagus. Setelah dicetak, ada penyortiran, mana yang rusak dan bagus. Lalu baru masuk pelipatan dan di-packing,” katanya.
“Di sana juga ada perwakilan KPU RI yang stand by. Untuk surat suara yang rusak (saat proses pencetakan) akan dikumpulkan dan dibuatkan berita acara berapa jumlahnya, dan nanti dimusnahkan,” kata Hanif. [wir]






