Surabaya (beritajatim.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur meminta kepada pabrik produsen logistik pemilihan umum untuk memprioritaskan daerah-daerah pelosok. Pengamanan logistik juga harus dipastikan, karena distribusi juga menyeberangi lautan.
Hal ini dikemukakan Nur Elya Anggraini, Komisioner Penanggung Jawab Pengawasan Logistik Bawaslu Jatim, Jumat (8/12/2023). “Kami baru saja mengawasi pabrik pencetakan sampul kubus, PT Inpera Pratama, di Pandaan, Kabipaten Pasuruan bersama Komisi Pemilihan Umum, Polda, dan kawan-kawan Bawaslu Kabupaten Pasuruan,” katanya.
Elya menekankan kepada pabrik agar pengiriman logistik sampul memprioritaskan daerah-daerah yang jauh dan rawan secara geografis, seperti Kabupaten Sumenep dan Gresik. Dua daerah itu memiliki banyak pulau. “Itu memakan waktu, apalagi sekarang musim hujan,” katanya.
“Apalagi kami mendengar kabar, bahwa di Sumenep, angkutan kapal tidak setiap hari ada untuk menuju kecamatan-kecamatan di kepulauan,” kata Elya. Pihak pabrik menyatakan siap memenuhi permintaan tersebut dan meminta data daerah-daerah yang diprioritaskan.
Elya tak ingin pengalaman pahit pada Pilgub Jatim 2018 terulang. “Kalau di Sumenep, pengiriman ke pulau-pulau bisa butuh waktu dua pekan, dan itu juga menjadi titik rawan secara geografis. Ada pengalaman logistik itu jatuh ke laut,” katanya.
“Jadi kami menekankan kepada pabrik agar melakukan pengamanan lebih ekstra. Biar logistik ini terlindung dan tidak rusak akibat terkena air,” kata Elya. [wir]






