Sampang (beritajatim.com) – Demo warga Sampang di Kantor BRI terus berlanjut. Massa demonstran yang datang membeludak. Akibatnya Satlantas Polres setempat melakukan rekayasa arus lalin (lalu lintas).
Jumlah massa yang melakukan aksi demo mencapai ratusan orang. Mereka mengunakan puluhan armada roda empat, aksi demo warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang sempat mengganggu akses lalu lintas.
“Kita rekayasa arus lalin karena jumlah pendemo cukup banyak dan tentunya harus dilakukan penyekatan,” terang AKP Rukimin, Kasatlantas Polres Sampang yang terjun langsung mengatur arus lalulintas saat berlangsung demo di kantor BRI, Senin (4/12/2023).
BACA JUGA:Dr Moh Wardi Motivasi Mahasiswa dengan Pemikiran Tokoh Politik dan Demokrasi
Ia menambahkan, akses yang harus dilakukan rekayasa yakni sepanjang jalan raya nasional tepatnya di depan kantor BRI yang dipenuhi massa. Padahal, jalan raya tersebut merupakan akses utama warga Sampang yang hendak menuju perkantoran dan pasar Srimangunan.
“Alhamdulilah hingga aksi selesai arus lalulintas di kawasan kota Sampang lancar,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, ratusan massa dari Desa Gunung Rancak tersebut melakukan aksi demo buntut adanya penetapan seorang tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) kasus dugaan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD).
Pantauan di lokasi, aksi demo diwarnai kericuhan saling dorong antara massa dengan polisi. Bahkan, dua orang warga terpaksa diamankan karena diduga sebagai provokator. (Sar/Aje)






