Pamekasan (beritajatim.com) – Dr Moh Wardi memberikan motivasi bagi kalangan mahasiswa akan pentingnya mempelajari pokok politik dan demokrasi, khususnya menjelang pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan sosialisasikan tahapan dan pendidikan pemilih bagi kalangan mahasiswa yang digagas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, di Ball Room Azana Style Hotel Jl Jokotole 282 Pamekasan, Senin (4/12/2023).
Dalam kegiatan tersebut, dosen Pascasarjana IDIA Prenduan Sumenep, menyampaikan materi dengan tema ‘Menjadi Pemilih Muda yang Cerdas dan Berintegritas’.
“Sebagai bentuk motivasi bagi para mahasiswa yang notabene menjadi peserta program ini, kita mencoba membuka materi dengan menyampaikan beberapa pemikiran para tokoh tentang politik dan demokrasi,” kata Dr Moh Wardi.
Baca Juga: KPU Pamekasan Sosialisasikan Tahapan dan Pendidikan Pemilih Bagi Mahasiswa
Setidaknya terdapat empat tokoh berbeda yang dijadikan sebagai pengantar dan motivasi bagi para peserta sosialisasi, yakni Plato, Abu Hasan Mawardi, Niccolo Machiavelli, hingga Abraham Lincoln.
“Plato merupakan filsuf asal Yunani, yang juga ahli di bidang politik, demikian juga dengan Abu Hasan Mawardi pada masa Abbasiyah. Selain itu juga ada sosok diplomat dan politikus Italia, Niccolo Machiavelli. Ia juga dikenal sebagai seorang filsuf dan sebagai ahli teori dengan figur utama dalam realitas teori politik,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, sekilas tentang Abraham Lincoln juga sempat dibahas sebagai salah satu tokoh dalam demokrasi. “Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat juga dikenal sebagai bapak demokrasi internasional,” imbuhnya.
“Sebagai pembuka kami coba sajikan pemikiran beberapa tokoh penting dalam hal politik dan demokrasi, sehingga peserta yang merupakan mahasiswa bisa mempelajari pemikiran mereka sebagai pondasi awal dalam pemilu dan demokrasi pemerintahan,” jelasnya.
Baca Juga: 350 Personil KSR dan PMR Sosialisasi Pencegahan HIV AIDS di Pamekasan
Berdasar hasil pemikiran Abraham Lincoln, terdapat beberapa ciri tentang demokrasi, di antaranya kebebasan individu dan jaminan HAM, kebebasan mengenyam bangku pendidikan, dan beberapa ciri lainnya.
“Ciri demokrasi lainnya berupa kebebasan berorganisasi dan berkoloni, suara terbanyak akan menjadi sebuah keputusan, serta pemerintah yang nyata ada di tangan rakyat, artinya dari rakyat untuk rakyat,” tegasnya.
Senada dengan sistem demokrasi yang dianut Indonesia, serta mengacu pada Pancasila, UUD 45, dan NKRI. “Di Indonesia setidaknya ada dua cara dalam penyelenggaraan pemilu, yakni parlementer dan presidensial,” imbuhnya.
“Sementara partisipasi politik merupakan kegiatan warga negara dalam pengembangan keputusan politik, dalam hal ini disebut partisipasi politik otonom, yakni mandiri dan sukarela, serta partisipasi politik mobilisasi, yakni gerakan pihak luar partisipan,” pungkasnya. [pin/ted]






