Surabaya (beritajatim.com) – Institute of Certified Management Accountant (ICMA), bersama dengan UK Petra dan lebih dari 20 organisasi lainnya, akan menggelar International Management Accountant Conference (IMAC 2023).
Acara tahunan ini, yang diselenggarakan oleh ICMA Australia New Zealand, bertujuan untuk mengumpulkan para akuntan manajemen terkemuka untuk membahas dan bertukar wawasan mengenai tren terkini, inovasi, dan tantangan praktis dalam bidang bisnis.
Institute of Certified Management Accountant (ICMA), didirikan di Australia pada tahun 1996, menyediakan platform profesional bagi akuntan manajemen secara global. Dengan fokus pada penelitian, program Certified Management Accountant (CMA), pendidikan berkelanjutan, dan praktik bisnis etis, ICMA memiliki kehadiran yang luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Tema untuk IMAC 2023 adalah menyelamatkan bumi, menekankan peran akuntan manajemen dalam mengatasi isu Environmental, Social, dan Governance (ESG) serta keberlanjutan. Konferensi ini akan menampilkan pembicara internasional, termasuk Prof. Dr. Tahir, Pendiri Mayapada Group, dan Mr. Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.
IMAC 2023 juga akan memberikan Penghargaan Prestasi Seumur Hidup kepada Prof. Dr. Tahir atas kontribusinya terhadap ekonomi dan bisnis di Indonesia.
Presiden ICMA Australia New Zealand-Indonesia, Mr. Nursakti Niko Rosandy, CMA, CGBA menjelaskan, bahwa acara terobosan ini bertujuan untuk menyediakan platform wawasan bagi para pemimpin industri, pengusaha, dan pengambil keputusan untuk mendalami strategi yang menyelaraskan kesuksesan bisnis dengan ESG dan keberlanjutan.
“Dengan fokus pada pengembangan masa depan yang tangguh dan berkelanjutan, konferensi ini akan menampilkan pembicara dan pemimpin pemikiran terkemuka yang akan berbagi wawasan berharga, studi kasus, dan pendekatan praktis untuk menavigasi tantangan lanskap bisnis yang terus berkembang,” katanya.
Baca Juga: Kirim Jet ke Israel, Muncul Ajakan Boikot Produk Belanda
Peserta diharapkan mendapatkan pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti tentang cara mengintegrasikan strategi berbasis keuntungan dengan komitmen terhadap masyarakat dan bumi, memastikan keberhasilan jangka panjang dan dampak positif.
Dalam seruan tindakan yang tegas, Mr. Nursakti Niko Rosandy, CMA, CGBA, memperpanjang undangan kepada semua pemangku kepentingan untuk memperjuangkan prinsip-prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) dan inisiatif keberlanjutan.
“Di ICMA, kami berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kolaboratif yang melibatkan tidak hanya bidang akuntansi dan keuangan, tetapi juga ESG dan keberlanjutan. Mengakui peran kunci faktor-faktor ini dalam mendorong pembangunan Indonesia, kami menegaskan dedikasi kami untuk memberikan peluang bagi kemitraan di masa depan. Komitmen kami melibatkan topik-topik yang relevan yang berkontribusi pada percepatan pertumbuhan Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan holistik dan mengundang keahlian yang beragam, kami berharap dapat bersama-sama menavigasi kompleksitas tantangan kontemporer, membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan dan sejahtera. ICMA tetap teguh dalam misinya untuk menjadi pendorong perubahan positif dan menyambut kolaborasi demi menciptakan dampak berarti pada pembangunan Indonesia,” pungkasnya. (tok/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”surabaya”]






