Gresik (beritajatim.com) – Anak usaha Pupuk Indonesia yakni Petrokimia Gresik punya cara tersendiri menjaga ketahanan pangan tetap berkelanjutan. Salah satu jurus jitunya adalah mengembangkan ‘Smart Precision Farming’ yang sudah dikembangkan selama 20 tahun.
Konsep pertanian yang memanfaatkan otomatisasi, teknologi yang didukung big data itu. Tidak lain demi meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi dalam rangka mengoptimalkan sumberdaya lahan.
Selain mengkedepankan pupuk nano, dan granul. Konsep tersebut, juga memanfaatkan teknologi drone untuk pemupukan. Tidak salah bila Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo datang langsung ke Gresik, meninjau persiapan program Smart Precision Farming.
Dirut PT Pupuk Indonesia (persero), Rahmad Pribadi mengatakan, sejak awal berdiri keberadaan pabrik Petrokimia Gresik merupakan salah satu perusahaan dengan varian produk pupuk dan bahan kimia paling lengkap di Indonesia. Salah satu inovasinya adalah Smart Precision Farming.
“Dua anak perusahaan Petrokimia Gresik, ada Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku adalah produsen pestisida. Jika digabungkan keduanya menjadi salah satu leader di pasar pestisida Indonesia,” katanya, Jumat (10/11/2023).
Sementara itu, Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, program ini sudah dinisiasi sejak tahun 2000 lalu, ditandai terciptanya pupuk NPK.
“Kita adalah pioneer pupuk NPK di tanah air, dan pabrik kita sejak lebih dari 20 tahun lalu sudah bisa menghasilkan pupuk NPK dengan formula yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan umum unsur hara tanaman,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah program tersebut dikembangkan lagi di tahun 2005 dengan menciptakan pupuk organik granul Petroganik. Pupuk ini untuk mengantisipasi berkurangnya kandungan organik tanah.
“Tahun 2010 kami juga mengembangkan pupuk hayati berbahan aktif mikroba, untuk mengefektifkan penggunaan N dan P. Sehingga penyerapan oleh tanaman semakin optimal,” imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu lanjut Dwi Satryo, tahun 2015 pihaknya juga mengoptimalkan layanan precision farming dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah (MUT) yang kemudian jangkauan layanannya diperluas ke seluruh wilayah di Indonesia pada tahun 2020.
“Petani cukup membawa sampel tanahnya, dalam waktu yang singkat sudah bisa mengetahui kandungan yang ada di tanahnya, sehingga petani bisa menggunakan pupuk yang presisi sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Tahun 2021 kata dia, sebelum program precision farming dikembangkan menjadi Smart Precision Farming, Petrokimia Gresik juga melahirkan pupuk NPK Phonska Alam. Pupuk ini menjadi pupuk mineral alam yang bersertifikat organik pertama di Indonesia dangan kandungan N, P, dan K terstandar.
“Terakhir di tahun 2023, Petrokimia Gresik mengembangkan Smart Precision Farming atau program precision farming yang lebih maju, dengan salah satunya mengembangkan pupuk yang diaplikasikan berteknologi nano, sehingga lebih optimal penyerapannya oleh tanaman. Pupuk berteknologi nano ini akan menjadi produk baru dan pertama kali dikembangkan di Indonesia,” pungkas Dwi Satryo Annurogo. [dny/kun]
BACA JUGA: Petrokimia Gresik Suplay Green Surfactant Untuk Industri Hulu Migas di Papua






