Surabaya (beritajatim.com) – Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) untuk kali pertamanya yang digelar oleh Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Jatim pada Rabu (18/10/2023).
Ketua KIP Jatim Imadoeddin mengatakan bahwa monev tersebut sudah dilakukan tiap tahun. Hanya saja, BKKBN Jatim baru diundang tahun ini. Sebab, sebelumnya KIP Jatim fokus pada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim.
“Untuk instansi vertikal dari pusat kewenangan ada di KIP pusat. Tahun ini, kami diberikan kewenangan melakukan monev untuk instansi vertikal seperti BKKBN, KPU, dan Bawaslu,” ujar Imadoeddin.
Baca Juga: Diresmikan Gubernur Khofifah, Bus Trans Jatim Koridor III Suhita Rute Mojokerto-Gresik
Ia menambahkan, pasca monev ini maka tahap selanjutnya adalah rekap nilai. Jika dari sisi penilaian memenuhi persyaratan maka akan dilakukan tahap selanjutnya yaitu tahap wawancara.
Dari wawancara itu, KIP Jatim akan mendalami komitmen pemimpin di lembaga itu, bagaimana keterkaitan dalam informasi publik ke depannya, apakah berkaitan dengan inovasi, strategi dan akhirnya akan ke penghargaan jika nilai memenuhi standar.
Imadoeddin mengungkapkan bahwa kategori peduli informasi, kualitas informasi, jenis informasi, sarana prasarana juga terkait dengan komitmen organisasinya. Kata dia, monev dan penilaian ini untuk mengukur tingkat kepatuhan badan publik terhadap keterbukaan informasi.
Baca Juga: Mahfud MD; Akademisi, Penulis, Hakim hingga Politisi
“Kami ingin mengukur tingkat kepatuhan badan publik terhadap keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik maupun Peraturan Komisi Informasi Publik nomor 1 tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Informasi Publik,” paparnya.
Sementara Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Maria Ernawati menyampaikan apresiasinya atas dilibatkannya BKKBN Jatim dalam monev tersebut.
“Sebagai lembaga vertikal, tentunya keberadaan kami memberikan satu dukungan pembangunan di Jatim bagaimana peningkatan SDM melalui program Bangga Kencana dan penurunan stunting,” jelasnya.
Baca Juga: Rajut Kebudayaan, Ratusan Warga Bali Kunjungi Candi Singosari
BKKBN Jatim, kata dia, tidak bisa bergerak sendiri, sehingga memerlukan mitra. “Kami mengandeng instasi lain, insan media. Layanan publik ini kami berikan baik melalui online maunya offline,” tandasnya. [ipl/ian]






