Mojokerto (beritajatim.com) – Harga beras medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mojokerto mengalami kenaikan signifikan. Harga beras IR64 medium pada, Kamis (14/9/2023) tembus di harga Rp14 ribu per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah membenarkan, terjadi kenaikan signifikan terhadap harga beras di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Mojokerto. Kenaikan harga beras jenis IR64 medium mulai awal September 2023.
“Kenaikan (beras) per 1 September ini dan untuk stok mencukupi, aman. Banyak hal yang menjadi penyebab kenaikan harga beras di pasaran, diantaranya penyesuaian harga HET yang baru sesuai PerBapanas Nomor 6 Tahun 2023,” katanya.
Sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang baru sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional (PerBapanas) Nomor 6 Tahun 2023, HET Medium di harga Rp10.900 per kg dan Premium Rp13.900. Harga pokok penjualan (HPP) juga turut memicu kenaikan harga beras tersebut.
“Disperindag Kabupaten Mojokerto akan berupaya melakukan stabilisasi untuk menekan lonjakan harga beras di pasaran dengan melakukan OP dan di pasar-pasar dibentuk TPK bekerjasama dengan Bulog. Insya Allah sebentar lagi stabil,” ujarnya.
Pihaknya optimistis harga beras di pasaran Kabupaten Mojokerto akan melandai dan stabil. Lantaran pemerintah telah melaunching pembagian Bantuan Pangan (Bapang) pada, Senin(11/9/2023) se-Indonesia.
Informasi yang dihimpun dari Perkembangan Bahan Pokok melalui aplikasi Disperindag Kabupaten Mojokerto, Kamis tanggal 14 September 2023, harga beras IR64 Medium rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar 3,15 persen yakni dengan harga tertinggi Rp14 ribu per kg.
Harga beras IR64 medium mencapai Rp14 ribu per kg di Pasar Bangsal, Pasar Kemlagi Rp13 ribu per kg, Pasar Bagusan dan Pasar Dlanggu masing-masing di harga Rp12 ribu per kg. Pasar Canggu, Pasar Gempolkerep dan Pasar Kedungmaling antara Rp10.900- Rp11.500 per kg. [tin/kun]
BACA JUGA: Dayung Kota Mojokerto Panen Medali Emas, Padahal Bukan Unggulan






