Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Unair Prof Renwi Astuti mengembangkan Artificial Intelligence (AI) di bidang radiologi kedokteran gigi. Teknologi ini dinilai punya potensi merevolusi sistem perawatan gigi di Indonesia.
“AI memiliki kemampuan memproses data secara cepat dan menganalisis informasi berakurasi tinggi. Sehingga bisa meningkatkan diagnosis, perawatan, manajemen data medis, dan efisiensi di kedokteran gigi,” ujarnya, ditulis Kamis (7/9/2023).
Menurutnya, AI berguna untuk mendeteksi berbagai macam kelainan pada radiografi yang terkadang sulit terdeteksi secara kasat mata. Hal itu bisa meningkatkan akurasi diagnosis dan mengurangi risiko kesalahan.
Ia juga menyebutkan potensi AI dalam meningkatkan efisiensi kerja dokter gigi. Contohnya, pada otomatisasi tugas-tugas yang berulang, seperti halnya pada analisa data radiografi.
Dengan kecanggihannya, AI berguna untuk mengembangkan sistem identifikasi forensik dari gigi-geligi manusia, mengestimasi usia, jenis kelamin, dan morfologi tengkorak, serta identifikasi personal berbasis radiografi bidang kedokteran gigi.
Pengembangan sistem AI bidang radiologi kedokteran gigi, kata dia, juga perlu dilakukan secara sistematis dan kolaboratif. Peneliti perlu bekerjasama dengan praktisi untuk menghasilkan sistem yang bisa diterapkan dalam rutinitas klinis.
Prof Renwi dan timnya saat ini tengah mengembangkan sistem AI sebagai alat bantu radiodiagnosis di bidang kedokteran gigi. Harapannya, itu dapat mendeteksi karies gigi, gigi impaksi, lesi periapikal, dan kerusakan tulang alveolar. “Pengembangan sistem AI ini perlu dilakukan secara sistematis agar dapat menghasilkan suatu model AI yang optimal dan dianggap siap untuk diimplementasikan di bidang kedokteran gigi,” jelasnya. [ipl/kun]
BACA JUGA: Hadiri Pengukuhan Guru Besar, LaNyalla: Unair Makin Hebat






