Surabaya (beritajatim.com) – Pemandangan unik terlihat saat perayaan HUT ke-78 RI di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Tampak puluhan mahasiswa asing ikut memeriahkan acara yang diisi dengan lomba-lomba tradisional tersebut.
45 mahasiswa dari Sudan, Mesir, Somalia, Libya, Mali, Yaman, Sierra Leonean, Uganda, Timor Leste dan Malaysia itu ikut lomba makan kerupuk, balap karung, jalan bakiak, hingga sarung berantai. Tapi, makan kerupuk menjadi lomba terfavorit mereka.
Salih Abdul Rahman, mahasiswa asal Libya mengaku bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti lomba makan kerupuk. Ia baru tahu jika ada jenis perlombaan seperti itu. Kendati demikian, Salih mengaku senang bisa andil dalam lomba tersebut.
Baca Juga: Tim Sepak Bola Jember Anggap Kabupaten Pasuruan Lawan Berat dalam Porprov Jatim
“Di Libya, kerupuk tidak umum ditemukan. Ini pengalaman yang membuat saya semakin berkesan. Sangat menarik, saya baru pertama kali mencoba lomba makan kerupuk,” ungkap Salih, Selasa (22/8/2023).
Sementara Wiwik Afridah, Ketua Kantor Urusan Internasional Unusa menilai jika lewat berbagai permainan tradisional itu, tercipta suasana kolaboratif dan interaktif antar mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing.
“Permainan tradisional tersebut bukan hanya menjadi bentuk hiburan semata, tapi juga sarana memperdalam pemahaman tentang budaya masing-masing,” jelas Wiwik.
Menurutnya, acara ini memberikan hal positif dan bermanfaat bagi mahasiswa untuk saling berinteraksi, memperluas wawasan, serta memperdalam toleransi terhadap perbedaan budaya.
Baca Juga: Tahun 2027 Teknologi AI Diprediksi Tumbuh 27%, Investasi Bisnis Naik Pesat
“Kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan hubungan antar budaya di lingkungan kampus, menciptakan kerjasama lebih erat, dan membangun persahabatan berkesinambungan antara mahasiswa Unusa dan mahasiswa asing,” tuturnya. [ipl/ian]






