Jember (beritajatim.com) – Wagub (Wakil Gubernur) Jawa Timur Emil Dardak menyebut Jember Fashion Carnaval (JFC) di Kabupaten Jember adalah sebuah impian daerah yang jauh dari ibu kota Jakarta dan menjadi kebanggaan banyak orang.
Emil menyebut JFC diawali dari impian sebuah kabupaten di ujung timur pulau Jawa. “Impian sebuah kabupaten yang jauh dari ibu kota negara, dan mungkin saat itu jauh dari bandara, tapi bisa menyelenggarakan festival berskala internasional,” katanya.
“Maka Jember Fashion Carnaval lebih dari sekadar kostum yang dikenakan. Tapi adalah mimpi luar biasa yang harus kita semua miliki untuk majunya negara yang kita cintai ini,” kata Emil.
BACA JUGA:
Jember Fashion Carnaval Kembali Masuk Top 10 Karisma Event Nusantara
Saat berjalan kaki dari Pendapa Wahyawibawagraha ke lokasi panggung utama JFC yang berjarak 100 meter, Emil menyapa pengunjung yang menunggu di tepi jalan. “Ada yang dari Sidoarjo Jawa Timur, ada juga yang datang jauh-jauh dari Bogor, Jakarta, Bandung, dan bahkan tetangga Singapura, Batam. Semua ingin menyaksikan,” katanya.
Tak heran jika Emil menyebut Jember Fashion Carnaval akan selalu menjadi kebanggaan seluruh rakyat Jawa Timur. “Hanya ada dua kegiatan pariwisata unggulan di Jatim yang masuk dalam Top 10 Karisma Event Nusantara. Satu di antaranya adalah JFC. Ini luar biasa,” katanya.
Presiden JFC Budi Setiawan membenarkan bahwa Jember Fashion Carnaval tengah berupaya meneruskan perjuangan dan impian. “JFC adalah sebuah perjuangan dan keinginan menjadikan Jember kota destinasi wisata fashion dan karnaval dunia yang dicanangkan sejak 2003 oleh Mas Dynand Fariz almarhum. Perjuangan ini akan menjadi keberkahan, karena apa yang diperjuangkan dapat jadi kebermanfaatan. Ikhtiar ini harus berkelanjutan,” katanya.
BACA JUGA:
Bupati Hendy dan Istri Tutup Jember Fashion Carnaval dengan Berkostum ‘Nusantara’
Bupati Jember Hendy Siswanto menyebut JFC sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. “JFC menjadi kebanggaan untuk peradaban dan kemanusiaan, karena, JFC lahir dari nilai-nilai kearifan lokal. JFC lahir karena kekuatan prinsip-prinsip sinergi, kolaborasi, dan akselerasi,” katanya.
Menurut Hendy, JFC telah meningkatkan industri kreatif di Indonesia. “Gaung JFC telah berhasil menjadi barometer karnaval fashion di Indonesia, karena telah menginspirasi daerah-daerah lain untuk membuat karnaval serupa. Bahkan tema yang diusung manajemen JFC bisa menjadi inspirasi sekaligus kebanggaan kita bersama, tanpa meninggalkan kearifan lokal,” katanya.
Hendy menegaskan, JFC bukan hanya perhelatan pariwisata dan budaya. “JFC memang otentik dan asli dari Jember. Tapi JFC bukan hanya milik masyarakat Jember. JFC sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia untuk dunia,” katanya.
“JFC menjadi kebanggaan untuk peradaban dan kemanusiaan. Karena, JFC lahir dari nilai-nilai kearifan lokal. JFC lahir karena kekuatan prinsip-prinsip sinergi, lolaborasi, dan akselerasi,” kata Hendy. [wir]






