Jember (beritajatim.com) – Masyarakat di kawasan terpencil Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, merasakan pembangunan di era dua bupati.
Saat bupati dijabat Hendy Siswanto, masyarakat kawasan Taman Nasional Meru Betiri tersebut merasakan mulusnya jalan setelah selama puluhan tahun tidak pernah menikmati jalan beraspal. Saat itu, Bupati Hendy Siswanto menjanjikan jaringan listrik akan segera masuk ke sana. Selama ini masyarakat menikmati listrik dengan metode sel sinar matahari.
Setelah Bupati Hendy lengser, keberadaan jaringan listrik ini direalisasikan Bupati Muhammad Fawait. Perusahaan Listrik Negara akan menegakkan 220 tiang listrik sepanjang 11 kilometer hingga Pantai Bandealit.
Penanaman tiang listrik pertama dilaksanakan di Bandealit, Kamis (5/6/2025) siang. Diperkirakan listrik akan mengalir pada Agustus 2025. “Setelah proses pengerjaan, masyarakat Bandealit akan merayakan kemerdekaan dari kegelapan sejak presidennya Prabowo Subianto,” kata Fawait.
Fawait berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberikan anggaran dan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI Bambang Haryadi yang memperjuangkan anggaran jaringan listrik tersebut.
“Anggarannya Rp 40-50 miliiar. Tidak kecil. Awalnya tidak ada anggaran. Kemudian kami minta tolong kepada Mas BBG (sapaan akrab Bambang Haryadi). Mas BBG berkomunikasi dengan PLN, akhirnya ada anggaran. Ini Rp 50 miliar, kalau buat beli dawet bisa banjir,” kata Fawait tersenyum.
Tak hanya di Bandealit, Bupati Fawait juga mengusulkan pemasangan tujuh ribu titik pemasangan listrik gratis du Jember. “Gila gak? Paling gede ini dalam sejarah,” katanya tertawa.
Manager PT. PLN (Persero) UP3 Jember Alimuddin mengatakan, listrik akan mengalir sebelum 17 Agustus 2025. “Soal PJU (Penerangan Jalan Umum), kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” katanya.
Menurut Fawait, di beberapa tempat PJU bertenaga surya sudah terpasang. “Tapi tiba-tiba hilang. Saya tidak tahu hilang ataukah terjatuh. Saya titip kepada masyarakat menjaga fasilitas pemerintah, baik itu lampu dan lain sebagainya, sehingga infrastruktur yang terbangun bisa awet untuk pertumbuhan ekonomi di Jember,” katanya. [wir]






