Jember (beritajatim.com) – Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jalan Sudarman, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam, mengambil tema Timelapse: Journey of The Earth dan menyebut setiap defile busana dengan ‘chapter’ (babak). Chapter 7 berjudul Super Star yang meggambarkan gemerlap dunia hiburan.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan, setelah perang berakhir, manusia mulai menemukan perubahan besar dalam budaya dan gaya hidup. “Perkembangan teknologi seperti film, radio, dan rekaman musik membawa hiburan ke tingkat baru dan menjangkau khalayak yang lebih luas dari yang pernah ada,” katanya dalam siaran persnya.
“Film menjadi fenomena global yang mendominasi layar lebar dan memperkenalkan bintang-bintang besar, seperti Michael Jackson dan Marlyn Monroe. Musik mengalami kebangkitan pada masa itu, dengan munculnya genre baru seperti jazz, blues, dan rock and roll,” kata Setiawan.
“Selain itu, pertunjukan teater juga menjadi semakin populer dan memikat penggemar dari seluruh dunia. Masa ini adalah masa lahirnya banyak talenta hebat yang mulai mewarnai dunia dengan hiburan. Inilah penggambaran tonggak perjalanan bumi ketujuh,” kata Setiawan.
JFC sudah terselenggara 21 kali sejak 2003. Karnaval fesyen yang menjadikan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer sebagai catwalk atau runway ini terdiri atas 10 defile. “Masing-masing defile berurutan sesuai penggambaran zaman, dimulai dari pembentukan alam semesta, ditemukannya manusia, hingga gambaran masa depan bumi,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan, timelapse adalah teknik fotografi yang merekam serangkaian foto atau video dalam rentang waktu tertentu dengan interval waktu yang lebih lama dari biasanya. “Ketika foto-foto atau video tersebut diputar dengan kecepatan normal atau lebih cepat, pergerakan yang lambat atau perubahan yang terjadi seiring waktu akan tampak berlangsung dengan cepat,” katanya.
Kosakata ini kemudian digunakan JFC untuk menggambarkan perjalanan bumi dari masa lampau, kini, dan mendatang. “Dalam perjalanan yang tak terhingga ini, kita menyaksikan perubahan dan pergerakan yang luar biasa. JFC membawanya ke dalam pertunjukan yang menakjubkan, yang membawa kita melintasi waktu dan ruang,” kata Setiawan. [wir]






