Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Prof Daniel Oranova Siahaan mengembangkan metode dan alat baru dalam analisis artefak rekayasa perangkat lunak.
Berdasarkan survei yang ia lakukan, bahwa hampir 70 persen proyek pengembangan perangkat lunak di US dianggap mengalami kegagalan. Hal itu yang salah satunya mendorong Prof Daniel melakukan penelitian.
Metode yang diusulkannya adalah UStrack (User Story Tracker), yang memungkinkan ekstraksi user story dari berita daring. User story menurutnya adalah bentuk spesifikasi kebutuhan perangkat lunak yang sangat penting dalam metodologi pengembangan berbasis Agile.
Prof Daniel juga mengembangkan MultiPhiLDA, yakni sebuah metode baru yang mampu mengidentifikasi kebutuhan yang tidak relevan pada Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL).
Metode ini memakai pendekatan pemeringkatan yang canggih berdasarkan nilai Angle-Based Outlier Factor (ABOF) untuk memisahkan pernyataan kebutuhan yang tidak relevan dari populasi SKPL secara keseluruhan.
Sementara di bidang pendidikan, menurutnya penelitian terkait bidang analisis artefak perangkat lunak juga berperan penting. Ia juga telah mengembangkan solusi yang membantu pengembang e-learning untuk membangun sistem penilaian otomatis untuk jenis pertanyaan yang menerima rancangan teknis, terutama dalam hal artefak perancangan perangkat lunak.
“Hal ini menjadi terobosan penting dalam pembelajaran daring, karena dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian siswa,” ujar Prof Daniel ditulis Sabtu
Melanjutkan penelitiannya, penerapan metode pengukuran similaritas antar artefak perangkat lunak juga menjadi terobosan signifikan dari Kepala Pusat Publikasi Ilmiah ITS tersebut.
Dengan mempertimbangkan keserupaan struktural dan semantik dalam berbagai jenis diagram UML (Unified Modeling Language), metode ini memungkinkan penilaian otomatis yang sangat berguna bagi pengembangan perangkat lunak.
Lewat analisis yang dilakukan, Prof Daniel mengaku sering dihadapkan sejumlah tantangan dan permasalahan dalam penelitiannya ini. Seperti keterbatasan dataset penelitian yang rahasia dan terbatas, hingga keterbatasan pustaka.
Ia menambahkan, analisis yang dilakukannya dapat mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan membuka peluang bisnis baru yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Terlebih, dengan kemajuan metode dan teknik baru, penelitian ini turut berkontribusi pada pengembangan materi-materi pendidikan di bidang rekayasa perangkat lunak. “Hal ini akan mendukung perkembangan SDM dalam menghadapi era digital yang terus berkembang,” pungkasnya. [ipl/kun]
BACA JUGA:
Guru Besar ITS Selesaikan Masalah Transportasi dan Logistik






