Malang (beritajatim.com) – Maulana Derifato A., pendiri startup myECO, yang mulai merintis usahanya ketika merasa bosan sebagai mahasiswa.
Fato, begitu ia akrab disapa, mengaku bahwa keputusannya untuk terjun ke dunia bisnis berasal dari kebosanannya saat berpartisipasi dalam kompetisi inovasi yang tidak menghasilkan dampak luas yang nyata bagi banyak orang. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk merintis bisnis tanpa memiliki latar belakang atau pengalaman di bidang bisnis.
Pada tahun 2019, Fato memulai usaha rintisannya dengan melakukan riset yang mendalam. Dengan konsistensi dan ketekunan, produknya akhirnya diluncurkan ke pasar dan diterima oleh masyarakat.
“Tahun 2022 menjadi titik di mana produk kami mulai dijual. Hingga saat ini, bisnis kami telah berkembang pesat di seluruh Indonesia dan mencapai pasar internasional dengan pelanggan baik perorangan maupun perusahaan terkemuka,” papar pria berusia 24 tahun ini dengan bangga.
Dalam perjalanan bisnisnya, Fato menghadapi berbagai tantangan. Pertama, ia harus menghadapi perbedaan dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) yang memiliki karakteristik komunikasi yang beragam. Bagi Fato, SDM adalah aset berharga di dunia IT.
“Kedua, tantangan lainnya adalah memvalidasi masalah pemborosan listrik dan menemukan solusi yang tidak sederhana, melainkan kombinasi dari beberapa solusi untuk efisiensi penggunaan listrik sehingga dapat mengurangi biaya listrik secara signifikan,” lanjutnya.
Baca Juga: myECO, Startup Malang Baru Saja Luncurkan Aplikasi Penghematan Listrik
Tantangan berikutnya adalah mengedukasi pasar agar memiliki pemahaman yang benar tentang penghematan listrik di Indonesia.
“Terakhir, kami juga menghadapi tantangan dalam hal sumber daya atau modal untuk keperluan R&D (penelitian dan pengembangan), baik secara finansial maupun dalam mencari SDM berkualitas,” tambahnya.
Namun, dengan ketekunan, Fato berhasil mengatasi semua tantangan tersebut. Saat ini, usaha yang ia rintis terus berkembang. Awalnya, myECO fokus pada pengembangan perangkat lunak berdasarkan pesanan, namun kini perusahaan ini telah menghadirkan solusi penghemat listrik yang melakukan validasi di kalangan masyarakat dan pengguna.
“Rasanya sangat bahagia ketika solusi kami benar-benar memberikan dampak bagi rumah tangga dan masyarakat luas. Terutama saat kami menerima cerita dari ibu rumah tangga yang berhasil menghemat listrik berkat produk kami,” ujar Fato dengan bangga.
Prestasi yang diraih oleh Derifato juga menambah gengsi Malang Raya di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara I dalam kategori Technopreneur pada ajang apresiasi Wirausaha Muda Pemula (WMP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, mengalahkan lebih dari 600 peserta lainnya.
myECO juga telah berhasil menarik perhatian klien-klien besar, termasuk PLN yang telah mengimplementasikan produk ini di beberapa kantor pusat serta anak perusahaan ICON Plus dan karyawannya. Selain itu, Telkomsel juga tengah mengujicobakan produk myECO dalam bidang efisiensi listrik di kantor pusat dan kantor Malang.
“Pelanggan lainnya termasuk OYO dan Redoorz yang telah menginstal perangkat kami di beberapa hotel atau penginapan untuk memudahkan pemantauan, pengendalian, dan penghematan listrik pada kamar dan perangkat elektronik mereka,” ungkap Fato.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Di masa depan, Fato berharap myECO dapat menjadi aplikasi yang pertama terlintas di benak masyarakat ketika berbicara tentang solusi nyata untuk penghematan listrik. “myECO harus selalu berfokus pada memberikan dampak, fitur, dan teknologi yang unggul. Semangat kami juga terletak pada edukasi dan branding yang tepat,” tambah Fato yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Jurusan Sistem Informasi Universitas Brawijaya.
“Harapan kami adalah agar myECO terus berkembang dan menciptakan lebih banyak solusi dan fitur yang bermanfaat bagi pengguna. Dengan demikian, kami berharap dapat menghemat lebih banyak energi listrik di rumah tangga secara nasional maupun internasional, serta berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang menjadi keprihatinan dunia saat ini,” pungkasnya dengan semangat. (ted)
————–
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






