Blitar (beritajatim.com) – Kota Blitar dan Gresik menjadi dua daerah di Jawa Timur yang telah menerapkan e-parkir pada 2023. Di Kota Bung Karno, saat ini layanan e-parkir masih tahap pengenalan.
Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perhubungan, penerapan e-parkir di Kota Blitar belum efektif. Mayoritas pengendara masih memilih bayar parkir secara tunai
“Ya terus terang masih banyak yang bayar cash (tunai) ya kami sampaikan di berbagai hal dan waktu, itu by proccess itu membutuhkan waktu,” Kepala Dishub Kota Blitar, Juari, Rabu (14/6/23).
Meski belum efektif namun Pemerintah Kota Blitar justru ingin menambah titik layanan e-parkir. Bahkan Pemkot Blitar menargetkan semua titik parkir di Bumi Bung Karno bisa menggunakan layanan e-parkir.
Dari data Dinas Perhubungan Kota Blitar per Maret 2023 lalu ada sebanyak 167 titik parkir yang telah menerapkan sistem pembayaran retribusi parkir secara elektronik atau non-tunai. Dari ratusan titik e-parkir tersebut 20 lokasi di antara berada di Jalan Merdeka Kota Blitar.
Baca Juga:
Jukir se-Kota Batu Dikenalkan Sistem e-Parkir
Dishub Kota Blitar selaku pelaksana pun mengaku terus melakukan sosialisasi e-parkir ke masyarakat. Pihaknya juga masih terus bersabar, menunggu respon masyarakat terkait inovasi layanan tersebut.
“Ini masih by proses kemarin sudah kami kumpulkan untuk kami tetapkan di semua titik jadi target kami tahun ini semua titik sudah terlaksana,” imbuhnya.
Belum efektifnya penerapan e-parkir di Kota Blitar sendiri sebetulnya menjadi permasalahan tersendiri bagi pencapaian target pendapatan asli daerah dari retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub). Dishub Kota Blitar menyebut target PAD parkir tahun ini naik hingga Rp600 juta.
Namun di sisi lain, penerapan e-parkir justru belum bisa berjalan maksimal untuk membantu memenuhi target PAD parkir yang mencapai Rp600 juta.
Baca Juga:
Alasan Blitar Studi Tiru pada Kelurahan Burengan Kediri
“Justru memang itu persoalannya di tengah kami melaksanakan e-parkir yang masih dalam tahap pembelajaran bagi semua di satu sisi target juga naik. Jadi jalan bersama-sama sebenarnya kalau dikatakan karena penerapan hal yang baru memang berat,” ujarnya
Kurang efektifnya penerapan e-parkir ini lantaran masyarakat masih belum tahu. Selain itu pembayaran parkir secara tunai masih dianggap lebih efektif dan mudah oleh masyarakat.
Hal itulah yang membuat penerapan e-parkir di Kota Blitar masih kurang efektif.
“Kita padukan dulu e-parkir dengan yang pakai karcis agar target itu tercapai,” tandasnya. [owi/beq]






