Sumenep (beritajatim.com) – Upacara peringatan HUT ke-78 Kemerdekaan RI di halaman Pemkab Sumenep pada Kamis (17/08/2023) dimeriahkan 99 penari Muang Sangkal. Tarian khas Sumenep itu ditampilkan sebelum peringatan detik-detik Proklamasi.
Tari Muang Sangkal tersebut ditampilkan secara kolosal oleh siswi-siswi SD dan SMP dari beberapa sekolah di Kabupaten Sumenep.
Tarian tersebut biasanya digunakan untuk menyambut tamu agung di Keraton Sumenep. Sesuai dengan namanya, tarian ‘Muang Sangkal’ berasal dari bahasa Madura, Muang berarti membuang, dan sangkal berarti sial. Artinya tarian ini dimaksudkan untuk membuang kesialan atau hal-hal beraura negatif. Tidak heran apabila dalam tarian ini ada gerakan menabur ‘beras kuning’ sebagai ritual penolak bala.
Pelatih tari ‘Muang Sangkal’, Serli mengatakan, jumlah 99 penari tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Pihaknya sengaja memilih angka 99, sesuai jumlah ‘Asma’ul Husna’.
“Maknanya, dengan menampilkan 99 penari seperti jumlah Asmaul Husna, semuanya terhindar dari mara bahaya dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya.
BACA JUGA:
Bupati Sumenep Janji Angkat Tenaga Honorer K2 ke PPPK
Ia mengisahkan bahwa dirinya hanya punya waktu 3 hari untuk melatih para siswa yang akan tampil menarikan tarian ‘Muang Sangkal’. Tapi ia bersyukur, semuanya berjalan relatif lancar tanpa kendala.
“Kami dibantu tim di tiap sekolah untuk menyiapkan anak-anak yang akan tampil. Beruntung tarian ini cukup populer, sehingga banyak yang sudah hafal dengan gerakan tari ini. Tinggal menyempurnakan dan mengatur formasi,” paparnya. [tem/but]






