Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 836 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Bangkalan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada awal Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 567 jemaah atau sekitar 64 persen masuk kategori risiko tinggi (risti) dan membutuhkan pendamping selama menjalankan ibadah.
Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nunuk Kristiani, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas CJH tergolong istitha’ah dengan pendamping.
“Sebanyak 269 istitha’ah dan 567 CJH istitha’ah dengan pendamping,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, kategori risiko tinggi didominasi oleh jemaah lanjut usia di atas 60 tahun serta mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, gangguan paru kronis, hingga kondisi disabilitas.
Selain membutuhkan pendamping, para jemaah risti juga diwajibkan membawa obat-obatan sesuai kondisi kesehatannya untuk menunjang kelancaran ibadah di Tanah Suci.
“Termasuk yang mengalami komorbid dan kondisi kesehatan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Bangkalan, Arief Rohman, memastikan jadwal keberangkatan tidak terdampak situasi konflik di Timur Tengah.
Ia juga menegaskan tidak ada CJH yang membatalkan keberangkatan tahun ini.
“Tidak ada yang mengundurkan diri. Alhamdulillah semua tetap berangkat sesuai jadwal awal,” katanya.
Rencananya, para jemaah akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (kloter) pada 9 dan 10 Mei 2026. Meski didominasi jemaah risiko tinggi, seluruh CJH dipastikan telah memenuhi syarat kesehatan untuk menunaikan ibadah haji. [sar/beq]






