Magetan (beritajatim.com) — Sebanyak 538 jemaah haji asal Kabupaten Magetan dipastikan siap diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Pemberangkatan dijadwalkan mulai 26 April 2026 dan terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter).
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kementerian Agama Magetan, Ida Dwi Martini, menyampaikan seluruh persiapan teknis telah dilakukan, termasuk sosialisasi kepada jemaah terkait mekanisme keberangkatan.
“Seluruh jemaah sudah kita kumpulkan untuk sosialisasi teknis keberangkatan. Saat ini kita tinggal menunggu distribusi IDK (identitas koper) dari kantor wilayah, yang wajib dimiliki jemaah untuk penandaan koper besar, koper kecil, dan tas paspor,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jemaah dijadwalkan berkumpul pukul 06.00 WIB sebelum diberangkatkan secara seremonial. Untuk kloter 20, jemaah harus sudah masuk Asrama Haji pukul 12.10 WIB. Sementara kloter 21 dijadwalkan masuk pukul 13.40 WIB.
“Untuk kloter 21, nanti jemaah akan melaksanakan salat zuhur di rest area sambil menunggu waktu masuk asrama,” imbuhnya.
Tahun ini, jemaah haji Magetan terbagi dalam empat kloter, yakni kloter 20 dan 21 sebagai kloter utama, serta sebagian kecil jemaah yang tergabung dalam kloter 22 dan kloter 37. Pihak Kemenag masih menunggu kemungkinan tambahan jemaah cadangan yang naik status.
Dari sisi kesehatan, seluruh jemaah dipastikan telah memenuhi syarat istithaah atau kemampuan kesehatan untuk berhaji.
“Kalau belum memenuhi syarat kesehatan, tentu tidak akan diberangkatkan. Artinya seluruh jemaah yang berangkat sudah dinyatakan siap secara medis,” tegas Ida.
Selain itu, terdapat 58 pengajuan pendampingan bagi jemaah lanjut usia (lansia). Setiap kloter juga akan didampingi dua petugas kesehatan, yakni satu dokter dan satu perawat. Khusus kloter 21, tenaga medis berasal dari Kabupaten Madiun dan Sidoarjo.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Magetan, Slamet, menyebut pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, bagian Kesra, KBIH, dan IPHI.
“Intinya kami ingin memastikan jemaah haji Magetan bisa beribadah dengan lancar, nyaman, dan selamat mulai dari keberangkatan hingga kembali ke daerah,” katanya.
Menurutnya, hasil rapat menunjukkan seluruh pihak telah sepakat terkait teknis pemberangkatan, mulai dari titik awal di GOR hingga proses keberangkatan menuju Asrama Haji Surabaya.
“Dari pemaparan yang disampaikan, kami sudah cukup puas. Semua tahapan sudah disiapkan dengan baik,” pungkasnya. [fiq/aje]






