Lamongan (beritajatim com) – Virus chikungunya menyerang Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 50 orang telah terjangkit.
Jumlah tersebut terhitung sejak dua pekan terakhir. Warga yang tejangkit virus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut rata-rata mengeluhkan badan panas dan nyeri dibagian sendi.
“Bahkan ada juga yang mengalami kaki bengkak dan susah berjalan,” kata Kepala Dusun Gambuhanlor, Tohari, Selasa (28/1/2025).
Menurut Tohari, warga yang mengalami gejala langsung berobat ke klinik dan Puskesmas wilayah setempat. Sementara untuk mencegah penyebaran virus yang di sebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, pemerintahan desa setempat telah melakukan fogging ke seluruh ruma warga.
“Sampai saat ini masih ada yang dirawat di Puskesmas,” tuturnya.
Menurut Tohari, selain gencar melakukan fogging dengan menggandeng pihak-pihak terkait, pemerintah desa setempat juga mengimbau masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan menerapkan 3M.
Gerakan 3M meliputi menguras tempat penampungan air yang tidak terpakai atau jarang digunakan, seperti bak mandi dan lain sebagainya. Kemudian menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air yang digunakan sehari-hari serta mengubur atau memusnahkan benda-benda bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, botol bekas dan lainnya.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu hidup sehat disertai lingkungan yang bersih, terutama pada tempat yang terdapat genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak,” tutur Tohari. (fak/ted)






