Jember (beritajatim.com) – Lima orang pria warga Jember, Jawa Timur, menjual solar dengan harga lebih mahal dan oplosan pertalite dengan tiner atau cairan pelarut cat.
Oplosan tiner dan pertalite ini ditemukan di Kecamatan Tanggul. Sementara sindikat lainnya menjual solar yang ditimbun.
Mereka sudah beroperasi selama setahun terakhir di Kecamatan Pakusari, Kencong, Puger, Umbulsari. “Mereka berbeda sindikat,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Muhammad Nurhidayat, Jumat (28/7/2023).
Modus mereka membeli di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan menggunakan jeriken dan ditampung di sebuah tempat. “Sehari bisa sampai lima kali,” kata Nurhidayat.
Modus berikutnya adalah memodifikasi volume tangki bahan bakar kendaraan bermotor sehingga bisa menampung hingga 200 liter. “Itu kemudian disedot dan dikumpulkan,” kata Nurhidayat.
BACA JUGA:
Ini Kisah Justyn Vicky, Warga Jember yang Meninggal Tertimpa Besi Barbel 2 Kuintal di Bali
BBM tersebut kemudian dijual.ke SPBU mini. Ini membuat polisi berkoordinasi dengan pengawas SPBU untuk mencegah penyalahgunaan itu. “Kami harus mengembangkan lebih jauh dan berharap ini tak berulang. Kalau ada kelangkaan BBM kami akan lakukan penyelidikan ulang,” kata Nurhidayat.
Polisi menyita barang bukti berupa dua kendaraan roda empat, sebuah kendaran roda tiga, sebuah kendaraan roda dua, dan beberapa jenis perlengkapan penampung. “Ada uang hasil penjualan kurang lebih Rp 10,5 juta,” kata Nurhidayat. [wir/but]






