Surabaya (beritajatim.com) – Epidemi obesitas tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, namun terus meningkat setiap tahunnya.
Laporan obesitas berdasarkan data Kemenkes, satu dari tiga orang dewasa Indonesia mengalami obesitas, dan satu dari lima anak berusia 5 hingga 12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
Konsumsi dan pola makanan kita memainkan peran besar dalam kasus kenaikan berat badan. Indonesia mudah mengakses makanan “sampah” sehingga tanpa sadar kita sulit untuk menghindarinya.
Peneliti obesitas telah mengidentifikasi makanan dan minuman yang sering dikaitkan dengan penambahan berat badan. Umumnya, makanan ini cenderung sangat enak, melalui proses pengolahan yang cukup banyak, kaya kalori, dan cepat dicerna karena seringkali memiliki kandungan serat dan protein yang sedikit.
1. Produk olahan daging, seperti sosis atau nugget
Jika Anda menyukai daging olahan, seperti bacon, nugget, sosis, dan produk olahan hewani lainnya, Anda harus mempertimbangkan kembali berapa banyak yang dikonsumsi.
Hasil studi yang dipublikasikan di BMC Research Notes menemukan bahwa asupan daging olahan berkorelasi langsung dengan peningkatan lemak perut dan obesitas sentral. Obesitas sentral terjadi saat seseorang memiliki BMI lebih dari 30 kg/m2, serta pengukuran lingkar pinggang minimal 40 inci (101,6 cm)untuk pria dan 34,5 (87 cm) inci untuk wanita.
Subjek penelitian yang paling banyak makan daging olahan mengalami peningkatan risiko obesitas sentral sebesar 22% dibandingkan dengan subjek yang paling sedikit mengonsumsi daging olahan.
Jika berat badan menjadi perhatian Anda tahun ini, pertimbangkan untuk membatasi konsumsi daging dan unggas olahan. Lalu beralih pada daging dan unggas yang lebih segar untuk membantu Anda tetap pada batas harian yang direkomendasikan untuk kalori, lemak jenuh, dan natrium.
2. Makanan berbahan dasar kentang goreng
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, melaporkan bahwa lebih dari 120.000 wanita paruh baya menemukan bahwa keripik kentang (dan produk kentang olahan lainnya) berkorelasi tinggi dengan penambahan berat badan.
Studi lain yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang makan kentang goreng (yaitu kentang goreng dan keripik kentang) berisiko lebih tinggi terkena diabetes dan bahkan kematian dini.
Kentang goreng dan keripik kentang mengandung lebih banyak kalori per porsi daripada kebanyakan makanan lainnya. Pertimbangkan bahwa kentang goreng McDonald’s berukuran sedang memiliki 320 kalori.
3. Donat
Anda mungkin berpikir makan satu donat tidak akan menggagalkan diet, tetapi faktanya justru sebaliknya. Donat kaya akan tepung, rendah serat dan kaya akan tambahan gula. Ditambah pengolahan yang digoreng, membuatnya sangat tinggi kalori.
Donat juga dapat menambah nafsu makan. Donat dan kopi saat sarapan dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat olahan lainnya dan makanan berkalori tinggi hingga sore hari.
Di sisi lain, sarapan berbasis protein dapat menjaga rasa lapar dan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, mengatasi rasa lapar, dan membantu membangun dan mempertahankan massa otot yang membantu menghilangkan lemak perut.
Telur, yogurt rendah lemak, dan keju adalah pilihan sarapan pagi berprotein tinggi yang bagus untuk tubuh. Faktanya, satu studi dari American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa ketika wanita menggandakan asupan protein harian mereka dari 15 menjadi 30% dari kalori harian mereka, itu menyebabkan penurunan berat badan secara bertahap.
[berita-terkait number=”6″ tag=”tips”]
4. Es krim
Es krim sering masuk dalam daftar makanan paling “adiktif”. Studi menunjukkan bahwa krim beku membuat area otak Anda merasa nyaman, sehingga menjadikannya makanan yang paling menenangkan.
Terlebih lagi, seringnya makan es krim membuat Anda semakin mendambakan untuk mendapatkan tingkat kepuasan yang sama. Sehingga kontrol terhadap konsumsi es krim sulit dilakukan.
5. Minuman manis
Meskipun minuman manis bukan makanan, namun banyak penelitian mengungkapkan bahwa minuman manis seperti soda atau minuman berenergi dapat meningkatkan peluang Anda untuk menambah berat badan.
Sebuah studi baru-baru ini di Nature Review Endocrinology mengutip bukti kuat yang menunjukkan bahwa minuman manis dikaitkan dengan penambahan berat badan, yakni diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker.
Minuman manis tidak lebih dari air gula beraroma dan tidak memberikan rasa kenyang. Kalori cepat diserap dan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan insulin. Dalam ulasan komprehensif, para peneliti melaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, bahwa untuk minuman manis yang dikonsumsi orang dewasa, itu sama dengan peningkatan berat badan sekitar setengah pon selama periode satu tahun. (Kai/ian)






