Surabaya (beritajatim.com) – Hikmah puasa di bulan ramadan termasuk dalam renungan dan kemanfaatan puasa bagi seorang muslim.
Setiap apa yang perintahkan Allah SWT dan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW pasti memiliki hikmah dan manfaat bagi umat manusia. Bukan hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah, namun juga dapat dirasakan manfaatnya bagi yang menjalankan.
Berpuasa di bulan Ramadan tentu banyak sekali hikmah yang kita bisa ambil. Salah satunya manfaat puasa di bulan ramadan berdasarkan kitab terjemahan Jawaahirul Bukhari, yang disusun oleh Musthafa Muhammad Imarah dan diterjemahkan oleh Drs. Muhammad Zuhri.
Baca Juga: Tujuh Hari Jelang Bebas, Anas Urbaningrum Layangkan Surat
Adapun hikmah puasa itu sebagai berikut:
1. Mengistirahatkan organ-organ pencernaan
Segala sesuatu di dunia ini memerlukan istirahat, bahkan sebuah mesin yang terbuat dari besi tetep membutuhkan istirahat.
Apalagi perut manusia yang terdiri dari daging dan darah. Allah menjadikan puasa itu untuk menguatkan perut dan istirahat dari masuknya makanan dan minuman sehari penuh. Sesuai firman Allah berikut ini:
“…..وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ”
“…..makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al’raaf, 7:31)
Mengenai hikmah ini, ada seorang dokter dari Jerman bercerita kepada Musthofa Muhammad Imarah, bahwa ada seseorang yang sakit perut dan telah diobati dengan bermacam-macam obat, tetapi tidak sembuh-sembuh.
Kemudian para dokter memutuskan pengobatan melalui cara puasa, seperti puasa kaum mushımin, yakni selama empat belas jam dari sebelum fajar hingga terbenam matahari dengan aturan tertentu, maka sembuhlah orang tersebut dari penyakitnya.
2. Membiasakan manusia memakan makanan dalam waktu-waktu tertentu
Selama manusia punya, maka ia menepati aturan waktu sahur dan berbuka. Hal ini dapat membiasakan manusia untuk teratur dalam bekerja dan memperbaiki sikap sesuai dengan aturan.
3. Menanamkan rasa belas kasihan kepada fakir miskin
Semua muslim baik yang kaya dan miskin sama-sama melakukan puasa di bulan ramadan. Sehingga mereka juga merasakan lapar dan haus yang sama.
Secara langsung hal ini dapat menjadi sarana menimbulkan belas kasih kepada fakir miskin.
Baca Juga: Tips Puasa Aman Bagi Penderita Jantung dan Diabetes
4. Membiasakan orang yang berpuasa untuk berhias diri dengan akhlak yang mulia
Selama puasa, muslim yang baik akan berlomba-lomba untuk memperbaiki kualitas diri sendiri.
Akhlak mulia yang muncul pada seorang muslim yang melakukan puasa dengan baik, misalnya sabar, santun, pemaaf dan sebagainya.
5. Kesempatan yang berharga untuk beribadah kepada Allah
Bulan ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dari menjadi hamba Allah SWT.
Selama bulan ramadan dianjurkan memperbanyak zikir kepada Allah, memohon ampunan-Nya, memperbanyak selawat atas Nabi, dan perbuatan baik yang lain.
Allah Ta’ala berfiman:
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ
“Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nuur, 24:52)
Demikianlah hikmah puasa di bulan ramadan. (kai/ian)






