Surabaya (beritajatim.com) – Jombang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang dikenal luas dengan sebutan Kota Santri. Julukan ini tidak datang begitu saja, karena Jombang menjadi pusat pendidikan Islam dan rumah bagi berbagai pondok pesantren ternama di Indonesia.
Tak hanya itu, Jombang juga menyimpan beragam fakta menarik mulai dari destinasi religi, tokoh nasional, hingga kuliner khas yang menggugah selera. Berikut 6 fakta menarik tentang Jombang yang wajib Anda ketahui:
1. Dijuluki Kota Santri
Jombang mendapatkan julukan Kota Santri karena memiliki peran besar dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Kabupaten ini menjadi rumah bagi 232 pondok pesantren, yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa pesantren tertua dan paling berpengaruh antara lain; Pondok Pesantren Tebuireng (didirikan 1899), Pondok Pesantren Darul Ulum (1885), Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif (1921), dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas (1967).
Lembaga-lembaga ini tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga mencetak tokoh nasional yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia.
2. Tempat Lahir Tokoh Nasional Berpengaruh
Banyak tokoh penting nasional yang berasal dari Jombang. Hal ini semakin meneguhkan kota ini sebagai pusat intelektual dan spiritual. Beberapa nama besar yang lahir dan besar di Jombang di antaranya;
-K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
Presiden ke-4 Republik Indonesia dan tokoh pluralisme
-K.H. Hasyim Asy’ari, Pendiri Nahdlatul Ulama
-K.H. Abdul Wahid Hasjim, Menteri Agama pertama Republik Indonesia
-Nurcholish Madjid, Cendekiawan Muslim, tokoh pembaruan pemikiran Islam
-Emha Ainun Najib (Cak Nun), Budayawan, penulis, dan intelektual publik
3. Wisata Religi yang Sarat Nilai Spiritual
Sebagai pusat pendidikan Islam, Jombang juga menawarkan wisata religi yang menjadi magnet bagi para peziarah dan wisatawan spiritual. Beberapa destinasi religi yang populer antara lain Makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari, Makam K.H. Wahab Hasbullah, Makam K.H. Bisri Syansuri, Makam K.H. Tamim Irsyad dan K.H. Romli Tamim, serta Makam Sayid Sulaiman.
Destinasi ini bukan hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga edukasi sejarah dan spiritualitas Islam di Indonesia.
4. Kuliner Khas Jombang
Tak lengkap mengenal Jombang tanpa mencicipi kuliner khasnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Tahu Jombang dari Kecamatan Jogoroto. Wilayah ini dikenal sebagai sentra tahu terbesar di kabupaten tersebut.
Selain tahu, ada juga Sego Sadukan — sajian sederhana berisi nasi, mi goreng, tahu-tempe, dan lauk lain, dibungkus daun pisang atau daun jati. Kata “sadukan” berarti “tendangan”, merujuk pada porsinya yang kecil, namun cukup untuk mengganjal lapar.
5. Aksesoris Manik-Manik Kaca Gudo yang Mendunia
Desa Plumbon Gambang di Kecamatan Gudo, Jombang, merupakan pusat kerajinan manik-manik kaca yang telah eksis sejak 1980-an. Keunikan produk ini terletak pada bahan baku kaca bekas yang direklamasi, lalu diolah secara tradisional menjadi aneka aksesori.
Manik-manik kaca buatan Gudo telah menembus pasar internasional dan diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, Malaysia, Thailand, Filipina, Spanyol, Turki, dan Australia. Tak hanya menjadi produk seni, manik-manik ini juga membawa nilai ekonomi dan budaya bagi masyarakat lokal. (fyi/ian)






